| Jumat, 28 Oktober 2005 | OLAHRAGA |
Puspita Dewi Rani Hijrah ke DKISEMARANG- Satu lagi atlet potensial Jateng hengkang ke daerah lain. Setelah sebelumnya petenis Prima Simpatiaji, kali ini giliran pebola voli terbaik nasional, Puspita Dewi Rani dipastikan akan meninggalkan Jateng. Tosser (pengumpan) itu akan bergabung dengan tim bayangan PON XVII 2008 DKI Jakarta. Beberapa hari lalu, Puspita mengundurkan dari klub asalnya, Tugu Muda Semarang. Pengunduran diri atlet Timnas SEA Games XXII Manila ini sudah dua kali diajukan, terhitung sejak 20 Agustus 2005 dengan alasan yang bersangkutan sudah bekerja sebagai karyawan Bank BNI Jakarta. Februari lalu, dia ikut mengantarkan klub Bank BNI putri juara Proliga 2005. Setelah pindah ke DKI, fasilitas yang diterimanya bukan cuma sebagai karyawan Bank BNI, namun lebih dari itu. Pemain yang baru berusia 19 tahun ini juga menjadi anggota tim bayangan PON XVII DKI, yang tentu saja mendapat uang insentif dari KONI DKI Jaya. "Sebagai juara bertahan di nomor putri PON, DKI sudah membentuk tim bayangan. Sehari - harinya mereka latihan bersama di klub Bank BNI dan timnas SEA Games. Pada hari - hari tertentu bergabung dengan tim PON DKI yang dilatih Budi Rella (mantan pelatih tim voli SMA Ragunan-red)," jelas Susilo, Ketua Bidang Umum klub Tugu Muda Semarang, kemarin. Susilo menilai langkah DKI Jaya sebagai tindakan cerdik dalam mempersiapkan tim menuju PON XVII Kaltim. Lilin Lindawati sebagai tosser lama dilepas oleh DKI, digantikan Puspita yang usianya masih muda. "Pada PON XVII Kaltim nanti akan ada pembatasan usia. Maksimal usia mereka 25 tahun. Makanya, Lilin potensial dilepas karena pada saat PON XVII tahun 2008, usia pemain yang berasal dari Kudus itu sudah melebihi batas yang ditentukan, sementara usia Dewi saat ini baru 19 tahun," tandasnya. Dipersulit Surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Pengda PBVSI Jateng oleh putri Octo Tilarso, pelatih klub Bank BNI Semarang ini sudah dua kali dikirimkan, karena pengajuan pertama tanggal 20 Agustus belum ada jawaban. Surat kedua dikirim 23 Oktober lalu. Klub Tugu Muda Semarang menanggapi dan merestui kepindahannya, dengan alasan untuk meningkatkan prestasi. Kendati pengda tidak mengizinkan, kepindahan Dewi sudah sah, karena yang memiliki atlet adalah klub, bukan pengda. Sementara itu, Harsanto sebagai pembina klub Tugu Muda membenarkan kalau Puspita Dewi Rani mundur dari klub, dengan alasan untuk meningkatkan prestasi. Menurut dia, hingga kemarin Pengda PBVSI Jateng belum mengizinkan kepindahannya. "Semua demi masa depan atlet (Dewi Rani-red). Itu alasan kami mengizinkan kepindahannya dari Jateng ke DKI Jaya, kendati Pengda tidak mengizinkan. Memang, dalam surat keterangan pindah tersebut tidak kami cantumkan pindah domisili," jelasnya. (C16-40) |