logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 OLAHRAGA
Line

Belum Terima Laporan, Bogasari Kecewa

JAKARTA-Kinerja PSSI dalam penyelenggaraan liga remaja U-15 memperebutkan Piala Bogasari tahun 2005 ternyata mengecewakan pihak sponsor, yakni PT Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills. Sampai saat ini, hampir dua bulan setelah kejuaraan tersebut dilaksanakan, sponsor belum memperoleh laporan lengkap mengenai penyelenggaraan event berskala nasional tersebut.

"Sebenarnya memang kita terus menanti laporan itu, akan tetapi sampai sekarang belum juga kita terima. Kalau dibilang kecewa, ya, seharusnya hal seperti ini menjadi tanggung-jawab mereka. Bagaimana kita mau memberikan proyeksi kejuaraan tahun depan kalau laporan tentang kejuaraan terdahulu belum sampai ke tangan kita," ujar Senior Vice President Agus Budi Wasono, Rabu lalu (26/10).

Agus yang ikut menyaksikan beberapa rangkaian pertandingan Liga Bogasari 2005 itu menuturkan, PSSI -dalam hal ini jajaran bidang pembinaan seharusnya bersikap profesional dengan segera memberikan laporan terinci setelah kejuaraan berakhir.

"Saya tidak tahu apa laporan itu memang sudah mereka buat hanya belum disampaikan ke kita, atau memang mereka sudah puas dengan sudah melaksanakan kejuaraan sesuai target," katanya di sela-sela acara buka puasa bersama PT ISM Bogasari Flour Mills di Gedung Wanita, Kuningan, Jakarta Selatan.

Rp 750 Juta

Untuk penyelenggaraan kejuaraan tersebut, pihaknya mengucurkan dana sekitar Rp 750 juta. Namun, dana yang dikeluarkan perusahaan tepung terigu terbesar di Asia itu sebenarnya jauh lebih besar, sebab mereka juga masih menanggung dana promosi dan publikasi.

Beberapa waktu lalu terbetik kabar mereka tahun depan tidak akan lagi menjadi sponsor. Perusahaan ini disebut-sebut akan lebih konsentrasi untuk mendukung pendanaan dari Persitara, yang pada musim kompetisi 2006 tampil di Divisi Utama. Dana yang akan dikucurkan diperkirakan sekitar Rp 6 miliar.

Adalah Wakil Presdir PT ISM Bogasari Flour Mills sendiri, yakni Franciscus Welirang, yang pertama-tama menyebutkan akan lebih memfokuskan mendukung Persitara Jakarta Utara tersebut. Hal tersebut dikatakan Franciscus Welirang seusai diterima Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso bersama Wali Kota Jakarta Utara yang juga Ketua Umum Persitara, Effendi Anas. Kedatangan Franciscus Welirang dan Effendi Anas ke Balai Kota waktu itu adalah untuk membahas masa depan Persitara, yang didera kesulitan dan nyaris djual ke pihak lain.

Franciscus Welirang yang juga ditemui di acara buka puasa bersama, menyebutkan, pihaknya memang merasa terpanggil untuk membantu pendanaan Persitara karena sama-sama berdomisili di Jakarta Utara. "Kami lahir, besar dan berkembang di Jakarta Utara," katanya.

Menurut Agus, pernyataan Franciscus memang mengisyaratkan kalau perusahaannya akan lebih fokus mendukung pendanaan Persitara. Walau demikian, bukan berarti mereka harus melupakan PSSI. "Sekarang sebenarnya tergantung pada PSSI juga. Kalau mereka masih mau kita bantu, mengapa mereka sepertinya sekarang ini adem-ayem saja," kata Agus.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan PSSI Subardi, laporan dari pelaksanaan Liga Bogasari 2005 sebenarnya sudah jauh-jauh hari mereka selesaikan.

Karena itu, Subardi mengaku tak terlalu serius menanggapi pernyataan Agus Budi Wasono. Yang jelas, katanya, peranan PT ISM Bogasari Flour Mills dalam upaya pengembangan persepakbolaan usia muda patut didukung. (wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA