logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Sebulan Lagi Warga Bedono Bedhol Dusun

DEMAK - Departemen Sosial memberikan bantuan untuk pembangunan pondasi bagi 206 warga Dukuh Rejosari Senik Desa Bedono Kecamatan Sayung yang akan bedhol dusun ke tempat yang baru di bantaran Kali Daleman.

Menurut rencana pembangunan rumah baru untuk warga Rejosari Senik yang perkampungannya tergenang air rob itu akan dimulai 15 November mendatang. Selain melibatkan warga, pembangunan juga mengikutsertakan tentara dari Kodim 0716 Demak.

Camat Sayung T Eddie Djatmiko menjelaskan, kepastian adanya bantuan itu diperolehnya dari Kepala Dinkessos Jateng H Suwoko Selasa (18/10) . Dia memberitahukan bahwa Departemen Sosial (Depsos) RI menyetujui proposal usulan warga Rejosari Senik, terkait bantuan untuk pembangunan rumah baru. Sebab, rumah dan perkampungan lama mereka tidak layak lagi untuk tempat tinggal. Hampir setiap hari, ketinggian air laut yang menggenangi mencapai 50 cm hingga 1 meter. Pemkab Demak menilai rob tersebut sebagai bencana alam.

Masing-masing KK akan mendapatkan bantuan berupa pondasi rumah senilai Rp 5 juta, tentunya setelah dipotong pajak dan jasa rekanan. Karena memakai anggaran pada perubahan APBN 2005, maka bantuan harus sudah direalisasi maksimal tahun ini.

''Jadi pembangunan untuk relokasi harus terealisasi tahun ini. Kalau diundur, bisa-bisa dananya tidak cair dan masuk ke kas negara lagi.'' Dinas Kesejahteraan Sosial Jateng, lanjut Eddie, menjanjikan bantuan berupa beras tiga ton, mie instan 206 dus, kecap 206 botol, dan minyak goreng 206 liter. Bantuan itu diperuntukan untuk mendukung kegiatan gotong royong selama membangun pondasi dan rumah warga.

Boyongan

Untuk memperlancar pelaksanaan relokasi, dibutuhkan transportasi perpindahan (boyongan) warga dan pembangunan jalan makadam dari Jl Raya Sayung menuju bantaran Kali Daleman. ''Kami sudah mengajukan kepada Pemkab Demak untuk mengalokasikan bantuan transportasi pemadasan jalan menuju lahan relokasi sepanjang kurang lebih dua kilometer.''

Kepala Desa Bedono Sadimin menuturkan, relokasi merupakan pilihan pahit yang harus diambil warganya. Selama ini, mereka merasa nyaman di Bedono dengan mengandalkan pekerjaan sebagai petani tambak dan nelayan. Namun setelah rob menggenai kampung, tidak ada pilihan lain kecuali bedhol dusun. (H1-51 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA