logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Omzet Penjualan Kue Lebaran Turun

UNGARAN - Omzet penjualan kue kering dan jajanan yang biasanya disediakan di Hari Raya Idul Fitri, tahun ini tidak sebagus omzet penjualan tahun kemarin. Beberapa pedagang kue kering dan jajanan Lebaran di Pasar Ungaran mengeluhkan sepinya pembeli. Menurut sebagian pedagang, hal itu disebabkan oleh naiknya harga BBM.

''Harga BBM naik, otomatis barang-barang lainnya juga naik, tidak terkecuali kue kering dan jajanan Lebaran lainnya,'' kata Anis (34), warga Kawengen Ungaran yang menjadi pedagang kue kering dan aneka jajan di pasar tersebut.

Dia menuturkan, omzet penjualannya tahun ini turun drastis jika dibanding dengan tahun lalu. Menurutnya selama Ramadan tahun kemarin, pasar tersebut setiap hari hampir penuh dengan pembeli. ''Apalagi seminggu menjelang Lebaran seperti ini pasar penuh sesak dengan pengunjung,'' terang dia. Anis mengaku tidak mengetahui secara persis berapa persen angka penurunan omzet penjualannya dibanding dengan tahun lalu. ''Yang jelas menurun drastis. Ini terlihat dari masih banyaknya barang kulak saya. Biasanya, setiap kulak langsung diserbu pembeli,'' jelas dia.

Namun, lanjut Anis, ada beberapa kue yang relatif murah banyak yang laku terjual. ''Seperti kue semprong yang dulu harganya Rp 6.500/bungkus kini naik menjadi Rp 8.500/bungkus, dan banyak diminati pembeli. Sehari bisa terjual sekitar 20 bungkus,'' paparnya. Sementara itu, untuk kue-kue yang relatif mahal sepi pembeli.

Kue atau jajanan lainnya yang mengalami kenaikan harga adalah wafer yang semula Rp 40.000 naik menjadi Rp 52.000, kerupuk dari Rp 12.000/kg menjadi 20.000/kg, makroni dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.500, dan kue kuping gajah Rp 19.000/3 kg menjadi Rp 27.000/3 kg.

Membaik

Hal yang sama dialami Winarsih, pedagang kue kering lainnya. Menjelang Lebaran tahun ini, menurutnya sepi pembeli. ''Mungkin karena harga BBM naik dan barang-barang juga naik,'' jelas dia. Winarsih mengatakan, bahan jajanan seperti emping mengalami kenaikan dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 18.000/kg. Kerupuk udang yang semula Rp 7.000/kg naik menjadi Rp 8.000/kg.

Sementara itu Gumaidi yang menjadi pedagang bahan-bahan kue mengaku omzet penjualannya mulai membaik. ''Seminggu menjelang Lebaran ini omzet penjualan sudah mulai membaik dibanding dengan beberapa hari lalu selama Ramadan,'' kata dia. Dalam sehari kemarin dia mengaku omzet penjualannya sudah mencapai angka Rp 1 juta/hari. ''Sebelumnya hanya berkisar Rp 500.000/hari,'' terang dia yang menjelang Lebaran tahun kemarin omzetnya bisa mencapai Rp 1,5 juta/hari. Selain karena harga BBM dan daya beli masyarakat yang menurun, keberadaan pedagang yang semakin hari semakin banyak juga menjadi faktor penyebab lesunya penjualan. (H14-51d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA