logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Ramadan in School Bentuk Budi Pekerti dan Keimanan

RAMADAN in School. Itulah nama tradisi kegiatan siswa-siswi SMPN 9 Salatiga pada setiap bulan suci. Ibadah yang dikoordinasi para guru itu telah dilakukan dari tahun ke tahun, dengan fokus pendidikan keimanan.

Sejak awal Ramadan, siswa mengikuti jam pelajaran seperti biasa yaitu pukul 07.30. Namun setelah pukul 09.30 mereka melakukan ibadah bersama guru dan staf sekolah. Kegiatan yang berakhir pukul 12.30 itu, antara lain diisi dengan membaca, menghafal, dan pendalaman Alquran.

Mereka juga shalat sunah dan wajib berjamaah di sekolah, dengan melibatkan semua siswa dan guru. Bahkan, sekolah mendatangkan para dai yang bisa memberikan siraman rohani serta ilmu Alquran kepada siswa.

Kepala SMPN 9 Munadzir mengemukakan, banyak sekali manfaat yang diperoleh siswa dalam Ramadan in School tersebut. Mereka bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan akademik dan keimanan. ''Dari sisi akademik, waktu yang singkat membuat siswa belajar dengan sungguh-sungguh,'' ujarnya.

Sementara dari sisi keimanan serta pemahaman Islam, banyak sekali kemajuan yang diperoleh siswa muslim. Terbukti, 729 siswa muslim yang ada di SMPN 9 bebas buta huruf Arab (Alquran). ''Tahun lalu masih ada 30 anak yang tak bisa membaca Alquran,'' terang Munadzir.

Ramadan in School ternyata juga tidak mendiskreditkan para siswa yang beragama Nasrani. Sebab, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan ibadah tersendiri bagi mereka.

Bentuknya berupa persekutuan doa dengan menghadirkan mahasiswa Fakultas Theologi UKSW Salatiga sebagai pembimbing kegiatan sehari-hari.

Menurut Munadzir, kegiatan itu diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa. Dengan demikian, dalam usia yang sangat rentan terhadap kenakalan remaja itu, mereka bisa menghindarinya.

Ramadan in School berlangsung sejak awal Ramadan hingga hari ke-20. Kegiatan itu ditutup dengan pengajian akbar di Masjid Pandawa Yonif 411 Kostrad yang terletak di tengah Kota Salatiga, Selasa (25/10) kemarin. Pengajian akbar itu diisi H Zulfa Mahasin (dosen STAIN), dengan tema ''Isyarat Ilmu Pengetahuan dalam Beberapa Ayat Alquran''.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Hj Endang DW yang juga hadir pada pengajian itu mengatakan, Ramadan in School merupakan alternatif kegiatan bagi siswa selama bulan Ramadan dan bisa dicontoh oleh sekolah lainnya. Sebab selama kegiatan itu, siswa tidak terbebani dengan mata pelajaran umum maupun kegiatan ibadah. ''Belajar dan ibadah dilakukan secara bersama-sama,'' ujarnya. (Surya Yuli P-51m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA