logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Bawasda Belum Turun

  • Demo di SMPN 12

SEMARANG - Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kota Semarang belum turun ke SMPN 12 untuk menyelidiki aksi demonstrasi sejumlah siswa yang menuntut kepala sekolah diganti.

Kepala Dinas Pendidikan Drs Sri Santoso mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan data, meneliti, dan memanggil pihak-pihak yang berseberangan.

''Kami sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan Dinas Pendidikan. Tim kami saat ini sedang memeriksa guru, siswa, dan kepala sekolah. Kalau memang ditemukan ada pelanggaran, penyelewengan, dan indikasi menyalahi peraturan, baru kami akan melapor ke Bawasda,'' ujar Sri Santoso, Kamis (27/10).

Dia menyatakan dalam penyelesaian kasus ini, Dinas Pendidikan berpedoman pada koridor hukum yang berlaku. Siapa pun yang terbukti bersalah, akan menerima sanksi. Dia menegaskan, kalau memang suatu saat ada salah satu pihak mendapat sanksi, kebijakan itu bukan karena tekanan demonstrasi yang dilakukan siswa atau pihak lain, tetapi semata-mata menjalankan koridor hukum. Pihaknya berharap, peristiwa di SMPN 12 merupakan kali terakhir setelah hal yang sama terjadi di SMAN 3.

Seorang guru di SMPN 12 kemarin mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mencium rencana aksi para siswa, Rabu (26/10) lalu. ''Pukul 08.00 ketika para guru selesai briefing dan akan mengajar, murid-murid sudah keluar dari kelas,'' ujar guru yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Buntu

Menurut dia, demo terjadi karena para siswa menemukan jalan buntu untuk berkomunikasi dengan kepala sekolah. Kebuntuan juga dialami para guru.

Siswa kelas III pada umumnya mengeluhkan mata pelajaran komputer yang tidak diberikan kepada mereka. ''Selain itu, mereka menuntut perbaikan fasilitas,'' ujar dia.

Kepala Sekolah SMPN 12 Dra Sri Purwatmi MPd kemarin tidak berada di sekolah. Dihubungi melalui telepon genggamnya, Sri menyatakan tidak bisa menyalahkan jika ada pihak-pihak yang tidak puas dengan kepemimpinannya. Menurut dia, mata pelajaran komputer tidak diberikan kepada siswa kelas III karena masih memakai kurikulum lama (belum KBK-Red). ''Namun, ekstrakulikuler komputer akan diberikan setelah Lebaran.''

Perbaikan fasilitas yang dituntut para siswa pun, saat ini masih dalam penyelesaian. Sri tidak menampik kemungkinan ada pihak-pihak yang menyulut aksi demo kemarin. Sebagai tambahan informasi, Rabu, ketika aksi berlangsung, seorang reporter teve swasta menerima selebaran gelap dari orang tak dikenal. Isi selebaran itu menyudutkan kepala sekolah.

Sri tidak tahu siapa yang menyebarkan. Begitu pula guru. Sri menyerahkan hal itu kepada Dinas Pendidikan dan Bawasda. (H7, H11-37m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA