logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Pemudik Lewat Terboyo Diprediksi Turun 2%

SEMARANG - Jumlah pemudik yang melewati Terminal Terboyo diperkirakan turun 2%. Prediksi itu mempertimbangkan kenaikan harga BBM dan tarif angkutan. Banyak pemudik yang akan memanfaatkan kendaraan bermotor untuk pulang kampung.

Kepala Terminal Terboyo Istijab mengatakan itu saat pantauan hari pertama arus mudik H-7 Lebaran, Kamis (27/10). Tahun ini, arus mudik diperkirakan mencapai 67.000 penumpang. Untuk arus balik diprediksi 54.000 penumpang. Pada tahun lalu, jumlah pemudik 69.225 orang dan arus balik 55.381 penumpang.

''Biasanya, arus mudik akan mencapai puncak pada H-1 dan arus balik H+4. Wajar kalau hari-hari pertama arus mudik jumlah penumpang belum banyak,'' kata Istijab, di kantornya.

Pantauan Suara Merdeka hingga sore hari, jumlah penumpang di Terminal Terboyo belum mengalami lonjakan. Penumpang sejumlah bus, baik yang ke arah timur atau yang lain juga masih seperti biasa, hanya terjadi sedikit penambahan. Tidak terlihat antrean atau kerumunan penumpang yang biasa terjadi menjelang Lebaran.

Dia menjelaskan, biasanya jumlah penumpang arus mudik yang masuk lewat Terminal Terboyo tidak terlampau banyak. Sebab, para penumpang dari arah barat (Jakarta) sebagian langsung ke kota tujuan, tidak transit di terminal.

Selain itu, ada pula yang berhenti di Terminal Mangkang atau Krapyak. Baru pada arus balik, jumlah penumpang mengalami penambahan yang signifikan. Meski demikian, pihak Terboyo siap mengantisipasi kedatangan para pemudik. Kalaupun terjadi lonjakan, pihak terminal telah mempersiapkan 100 bus cadangan.

Sementara itu, jumlah pemudik melalui kapal laut yang turun di Pelabuhan Tanjung Emas terlihat membeludak. Jika dibanding hari-hari sebelumnya, Kamis (27/10), peningkatan arus penumpang yang turun dari kapal cukup menonjol.

Hal itu terlihat ketika KM Mutyara dari Kumai menurunkan 1.300 penumpang. Sebelumnya, Senin (24/10), 1.400 orang telah turun dari KM Egon dan KM Mutyara. Minggu kedua Oktober ini (per 16 Oktober), jumlah penumpang yang turun mencapai 3.989 orang. Seminggu kemudian (per 23/10), jumlah penumpang bertambah 5.748 orang.

Suasana berdesak-desakan, terjadi mulai dari tangga penurunan kapal. Beberapa orang laki-laki dan perempuan berebut jalan sambil memanggul tas dan kardus besar. Sebagian dari mereka juga terdapat wanita hamil dan menyusui.

Petugas Administratur Pelabuhan (adpel), karyawan terminal penumpang, petugas Kesatuan Pelaksana Pengaman Pelabuhan (KPPP) bersiaga di dermaga. Mereka mengarahkan seluruh penumpang memasuki rute keluar. Di pintu keluar, sudah siap sejumlah petugas KPPP dengan alat pemindai logam memeriksa satu per satu barang bawaan penumpang.

Di balik pintu keluar, ratusan pengojek, kru angkutan penumpang, dan pengasong menunggu para penumpang. Kapolsek KPPP AKP Langgeng Purnomo SIK mengemukakan, pengamanan dan pengaturan kali ini benar-benar dilakukan secara serius. Seluruh stakeholder dilibatkan dalam rangka mewujudkan suasana aman dan nyaman bagi penumpang. (H9,H5,G5-56m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA