| Jumat, 28 Oktober 2005 | SEMARANG |
Ketebalan Aspal Jalan Terboyo Cuma 3 CmSEMARANG- Ketebalan aspal jalan tembus Terboyo cuma tiga sentimeter dari spesifikasi tujuh sentimeter yang disyaratkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Selain itu, pelapisan aspal hanya dilakukan sekali dari dua kali yang direncanakan. Hal itu dilakukan, mengingat pembangunan jalan tembus oleh pihak ketiga itu merupakan pekerjaan awal. Selanjutnya, proyek jalan tembus akan dilanjutkan oleh DPU sesudah Lebaran. Demikian disampaikan Ymt Kepala Dinas Perhubungan Arief Moelia Edie, Kamis (27/10), terkait dengan pelaksanaan proyek jalan tembus Terboyo. Menurut dia, pekerjaan jalan tembus sepanjang 800 meter itu dilakukan sesuai dengan spesifikasi DPU. Jalan selebar enam meter yang semula berkonstruksi makadam itu ditinggikan 40 cm, baru kemudian dilapisi aspal tiga sentimeter. ''Kami berharap Senin (31/10) depan, jalan tembus itu sudah bisa digunakan untuk arus mudik. Dengan begitu, beban lalu lintas di pintu masuk Terboyo bisa berkurang,'' kata dia. Pengamatan di lapangan menunjukkan, pengerjaan jalan tembus Terminal Terboyo, kemarin mulai memasuki tahap pelapisan aspal dasar. Sebuah sprayer (alat penyemprot) digunakan untuk membentuk lapisan dasar aspal tersebut. Pelapisan dimulai dari barat. Sementara di bagian timur, puluhan pekerja masih melakukan pemadatan jalan. Mereka dibantu alat berat untuk memadatkan jalan dengan campuran batu dan pasir. Menurut seorang mandor, pelapisan aspal dasar bisa diselesaikan dalam waktu sehari, dari pagi hingga malam. Rencananya, hari ini (28/10) pengaspalan dimulai. Secara terpisah, Kepala DPU Ir Achmad Kadarisman mengatakan, pihaknya telah memberikan spesifikasi kepada pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan jalan tembus Terboyo. Spesifikasi yang dimaksudkan yakni panjang 800 meter, lebar enam meter, ditinggikan 40 cm, dan ditutup aspal dua lapis, masing-masing empat sentimeter dan tiga sentimeter. Stabilitas Rendah Sementara itu, pengajar Fakultas Teknik Undip Dr Ir Bambang Riyanto DEA menyatakan,jalan tembus Terboyo mempunyai stabilitas yang rendah. Hal itu dikarenakan sifat jalan hanya untuk sementara. Daya tahan jalan itu pun tidak akan berlangsung lama. Namun, dia menilai pembangunan jalan tembus tersebut mempunyai manfaat baik yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan di pintu masuk Terminal Terboyo. Dengan pemisahan pintu masuk dan keluar terminal, praktis volume kendaraan di depan terminal akan berkurang. Berdasarkan segi manfaat, Bambang mengharapkan jalan itu segera dibuat permanen setelah mudik Lebaran berakhir. Menurutnya, alternatif terbaik untuk pembuatan permanen jalan tersebut adalah beton. Kekuatan beton lebih tahan lama dibandingkan dengan aspal. Begitu juga daya tahannya terhadap air rob yang sering menggenangi daerah sekitar Kaligawe. (H9,H6,sjs-37s) |