| Jumat, 28 Oktober 2005 | INTERNASIONAL |
Thailand Digoyang 50 SeranganBANGKOK - Lima warga desa dan dua anggota kelompok garis keras tewas di Thailand selatan ketika gerilyawan muslim melancarkan sekitar 50 serangan di desa-desa wilayah yang bergolak itu. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Sonthi Boonyaratgiin mengemukakan kepada pasukan agar meningkatkan kesiagaan pada pekan berikutnya karena puasa hampir selesai. ''29 Oktober sampai awal November adalah hari yang sangat suci dari bulan Ramadan, dan mereka yang meninggal akan ke surga. Karena itu, mereka akan melakukan banyak kerusuhan, dan kita harus melakukan siaga ekstra,'' kata Boonyaratgiin kepada wartawan. Boonyaratgiin adalah jenderal muslim pertama yang baru saja diangkat menjadi Kastaf AD. Sebagian besar serangan pada Rabu malam itu ditujukan terhadap para anggota milisi sipil yang dibentuk pemerintah. ''Serangan itu terjadi sekitar pukul 19.00 sampai pukul 20.00 waktu setempat, ketika semua pria melakukan shalat di masjid. Mereka meninggalkan senjata kepada keluarga mereka di rumah,'' kata Kolonel Acra Triprote dari Komando Daerah Militer selatan. ''Kami sedang mengejar para pelaku dengan bantuan warga desa, baik muslim maupun Buddha.'' Sekitar 90 senjata, sebagian besar pistol yang dikeluarkan pemerintah, dicuri sementara tiga gerilyawan ditahan. Menurut data polisi tahun lalu, selama bulan Ramadan terlihat tingkat kekerasan meningkat terhadap warga sipil dan sasaran-sasaran pemerintah, baik Buddha maupun muslim. Pemerintah mengerahkan 30.000 tentara dan polisi ke wilayah itu.(ant-25) |