logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 EKONOMI
Line

Industri Tekstil Pilih Libur Panjang

SOLO -Lebaran tahun ini dimanfaatkan perusahaan industri tekstil untuk memberi libur panjang kepada karyawanya. Hal itu dilakukan karena industri tekstil benar-benar menghadapi pukulan berat akhir-akhir ini. Di satu sisi pasar sepi karena kalah bersaing dengan tektil produk luar negeri, di sisi lain biaya produksi semakin meningkat akibat kenaikan harga BBM.

Ketua Asosiasi Pertekstilan (API) Jateng Joko Santoso mengatakan, lebaran ini perusahaan industri tekstil di Jateng banyak yang meliburkan karyawannya selama dua minggu atau lebih. ''Dengan kondisi yang berat begini, ya sekalian libur panjang. Lha bagaimana, nanti berproduksi ya belum tentu laku,'' kata dia, kemarin.

Dia mengatakan jumlah perusahaan industri tektil di Jateng ada sekitar 700 buah. Dari jumlah itu, yang besar tak lebih dari 10%. Sebagian besar atau 90% yang merupakan industri skala kecil, benar-benar menghadapi pukulan berat. ''Mereka tak ada pilihan lain, Lebaran ini untuk jangka waktu yang agak panjang berhenti berproduksi,'' katanya.

Berhenti Produksi

Dia menambahkan, mereka yang meliburkan karyawannya sekitar dua minggu itu masih tergolong bagus. Sebab sebagian lainnya karena tak kuat menanggung beban berat, terpaksa menghentikan produksinya. Ia tak menyebut berapa perusahaan tekstil di Jateng yang telah berhenti berproduksi.

Menurut Joko, tekstil dan garmen produk luar negeri yang banyak beredar dan berharga sangat murah itu belum tentu merupakan barang bekas. Barang itu bisa berupa produk kualitas second grade. ''Masak jas kualitas bagus begitu dijual hanya dengan harga Rp 10.000. Itu jelas barang ilegal,'' katanya.

Untuk menghentikan penyelundupan itu API pusat telah mengusulkan kepada Menteri Perdagangan agar dilakukan sweeping terhadap produk luar negeri. ''Sweeping itu diperlukan untuk memperoleh bukti dan akan dapat diketahui siapa yang melakukan impor secara ilegal,''katanya. (bt-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA