logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 EKONOMI
Line

BPR Jateng Bidik UKM Produktif

SEMARANG-PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jateng tahun 2005 ini mengalokasikan kredit sebesar Rp 7 miliar. Target pangsa pasarnya adalah kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang produktif.

''Kalau melihat perkembanganya kami yakin bisa melampaui target, bahkan pada tahun 2006, kami menambah alokasi kredit hingga 30%,'' kata Limbang Puji Laksana Direktur Utama PT BPR Jateng, seusai pembukaan kantor baru di Jalan Kartini 11, baru-baru ini.

Menurutnya, meski saat ini persaingan BPR makin ketat, tetapi pangsa pasarnya masih sangat besar terutama untuk sektor ritel dan UKM. Apalagi, didukung dengan kemampuan aset yang saat ini dimiliki yakni sekitar Rp 10 miliar dan tahun depan diperkirakan berkembang menjadi Rp 16 miliar.

''Untuk itu, kami memperkuat sumber daya manusia terutama di sektor marketing,'' jelasnya.

Ia menjelaskan BPR Jateng adalah pengembangan dari BPR Gubug Merbabu Pratama (GMP) yang berlokasi di Gubug, Purwodadi. BPR yang didirikan tahun 1990 tersebut kini berkembang pesat dan mendirikan cabang baru di Semarang dengan nama BPR Jateng.

''Meski, lokasi kami di Gubug, tetapi selama ini ekspansi pasar kami sampai ke Semarang,'' jelas Limbang.

Dia mengungkapkan, saat pertamakali diakuisisi dari sebuah lembaga keuangan, BPR GMP memiliki tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan-NPL) mencapai 33%. Namun, dengan kerja keras jajaran manajemen baru, tingkat NPL tersebut bisa ditekan hingga dibawah 5% dalam waktu kurang dari enam bulan.

''Sebagai bukti, pada akhir 2003, BPR bisa membukukan keuntungan sebesar Rp 193 juta dan pada akhir 2004 bisa meraih untung Rp 264 juta,'' kata dia.

Prestasi lain yang berhasil diraih oleh BPR GMP adalah mendapat predikat sebagai BPR yang berkategori sehat yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI).

Maka, dengan kemampuan yang ada termasuk penambahan modal disetor sebesar Rp 2 miliar, manajemen membuka kantor baru di Semarang dan berganti nama menjadi BPR Jateng.

''Meskipun kami berasal dari desa, tapi itu kami yakin tetap mampu bersaing mengingat saat ini 70% nasabah kami berasal dari Semarang,'' tegasnya.(mhr-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA