| Jumat, 28 Oktober 2005 | BANYUMAS |
Pangkat Imam Dinaikkan SetingkatPURWOKERTO - Almarhum Imam Dwi Hariadi, Kepala Satuan Intelkam Polresta Palu, kemarin pukul 12.00, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjung Nirawana, Purwokerto. Selain itu, pemimpin Polri menaikkan setingkat pangkat almarhum menjadi komisaris polisi anumerta. ''Almarhum gugur saat bertugas. Dia pahlawan polisi dan selayaknya dimakamkan di taman makam pahlawan,'' kata Kapolwil Banyumas Komisaris Besar Polisi Prasetyo, sebelum pemakaman. Imam meninggal saat bertugas, Selasa (25/10). Saat itu bersama beberapa aparat Polresta Palu, dia hendak menangkap pemimpin aliran sesat Mahdi. Beberapa polisi terluka dalam bentrokan. Salah satu di antara mereka adalah Imam Dwi Hariadi yang akhirnya meninggal. Jenazah alumnus Akpol tahun 1998 itu tiba di rumah duka, Rabu (26/10) pukul 18.52 setelah diterbangkan dari Palu ke Yogya. Dari Yogya, penerbangan dilanjutkan dengan pesawat khusus Polri ke Lanud Tunggul Wulung, Cilacap. Dan dari Cilacap diangkut ambulans sampai ke rumah duka di Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo. Jenazah diserahkan aparat Polda Sulteng ke Hartono, sang ayah, disaksikan Wakapolres Banyumas Komisaris Polisi Suci Rochayati. Semula keluarganya akan memakamkan jenazah di pemakaman umum Desa Sidamulih. Liang lahat pun sudah disiapkan. Namun setelah bermusyawarah keluarga meminta jenazah Imam dimakamkan di TMP Tanjung Nirwana dengan inspektur upacara Kapolwil Komisaris Besar Polisi Prasetyo. Ayah dan ibu Imam, Hartono dan Sri Jantini, serta para kerabat mengiringi jenazah hingga ke pemakaman. Diiringi tembakan salvo pasukan Brimob, jenazah dipayungi bendera Merah Putih dimasukkan liang lahat dalam upacara militer. Pintar Setelah lulus dari Akpol dengan pangkat letnan dua, Imam bertugas di Polres Metro Jakarta Timur. Tahun 2003 dia masuk PTIK dan lulus tahun 2005. Setelah menyandang gelar sarjana ilmu kepolisian, dia bertugas di Direktorat Intelkam (Maret-September 2005). Sejak September 2005 dia ditugaskan di Polresta Palu. Beberapa rekannya lulusan Akpol yang bertugas di Banyumas menuturkan saat menjadi taruna Imam dikenal pandai. Begitu pula saat kuliah di PTIK. ''Dia adik angkatan dua tahun di bawah saya. Namun kariernya melejit karena pintar. Dia masuk ke PTIK dua tahun lebih dulu ketimbang saya,'' tutur Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas AKP Ade Syafri S SIK. (G23-53) |