logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Oktober 2005 SALA
Line

Ponpes Nurul Huda Dikenal sampai ke Madura dan Sumatera

DIDIRIKAN 20 tahun lalu, Pondok Pesantren Nurul Huda Gondang, Sragen, kini makin berkembang pesat. Di balik bangunannya yang terlihat megah, tersedia fasilitas pendidikan lengkap mulai tingkat SD hingga SMA.

Bagi warga Sragen dan sekitarnya, pondok pesantren yang berlokasi di Desa Plosorejo, Kecamatan Gondang itu, memang bukan lagi nama asing. Bahkan, namanya telah populer sampai provinsi lain.

Mau bukti? Coba temui santriwan dan santriwati yang mondok di situ, lalu tanyakan dari mana asal mereka. Dari situ akan diketahui pondok pesantren tersebut ternyata dikenal hingga Madura, bahkan Sumatera.

Kiai Syarif Hidayatullah yang lebih akrab disapa Abah Syarif itu juga bukan sosok yang asing bagi warga Sragen. Ia mendirikan pondok pesantren itu tahun 1986.

"Saya membangun pondok pesantren dengan susah payah. Jadi, tidak langsung seperti ini saat pertama kali didirikan. Butuh proses panjang dan harus disertai semangat kerja keras," ujarnya.

Sebagaimana pondok lain, Pesantren Nurul Huda difungsikan sebagai tempat untuk mempelajari ilmu agama dan ilmu umum. Namun, ada satu ciri khas, yakni para santriwan dan santriwati yang mondok di situ juga diajari ilmu pertanian.

Dengan luas lahan sekitar tiga hektare dan sebagian masih berupa tanah tegalan serta sawah membuat pondok pesantren tersebut tidak kesulitan memberikan materi pelajaran pertanian.

Paling tidak teori yang didapatkan bisa dipraktikkan langsung dengan bercocok tanam di tegalan dan sawah. "Lihat padi yang membentang di sekeliling pondok. Itu semua yang menanam para santri saya," tutur Kiai Syarif.

Selain diajari bercocoktanam, para santriwan juga diajari menjadi tukang. (Wisnu Kisawa-27h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA