logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Oktober 2005 NASIONAL
Line

Malem Selikuran Dimulai Hujan pun Reda


BERBAUR: Para abdi dalem Paguyuban Kulawarga Surakarta (Pakasa) berbaur dengan masyarakat pengunjung yang sedang berebut nasi gurih yang diusung dengan ancak tantaka. (29n) SM/Yusuf Gunawan

SOLO - Prosesi hajad dalem Malem Selikuran, semalam, diarak dari Keraton Surakarta ke Pendapa Joglo Taman Sriwedari dengan berjalan kaki. Yang menarik, sebelum prosesi dilepas dari depan Bangsal Maligi, hujan mengguyur rata Kota Solo dari pukul 13.00 hingga 18.30. Namun begitu acara dimulai, hujan reda. Peserta lomba ting dan thethek ronda antar-RW se-Kelurahan Baluwarti ikut menyemarakkan di sepanjang rute yang dilalui.

Prosesi dilepas Sinuhun Paku Buwono XIII, GRAy Koes Moertiyah selaku Pengageng Sasana Wilapa, dan sejumlah pejabat Keraton kurang lebih pukul 19.15. Arak-arakan abdi dalem yang mengusung joli berisi hajad dalem nasi gurih, ting (lentera-Red) berlogo Keraton, dan ancak tantaka patang puluh berisi nasi tumpeng sewu segera melangkah keluar Keraton setelah mendapat aba-aba untuk berangkat.

Sampai di halaman Kamandungan, prosesi dari dalam yang terdiri atas prajurit sembilan bregada, para peserta lomba lentera dan lomba ronda itu berhenti sejenak. Barisan kembali ditata, mobil patroli polisi sebagai vooraijders, dua kereta kuda milik Keraton, yaitu Kiai Maraseba dan Nyai Siswanda yang ditumpangi para utusan dalem yang dipimpin KPH Kusumo Sangkoyo selaku Pengageng Karti Pura juga ikut bergabung.

Lebih kurang pukul 20.00, arak-arakan jalan kaki yang diterangi kurang lebih 50 lentera, termasuk ting bergambar logo Sri Radya Laksana milik Keraton, tiba di halaman Pendapa Joglo Sriwedari. Prosesi ritual menyambut lailatulkadar atau malam seribu bulan versi Keraton itu diterima Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Dra Febria Roekmi beserta panitia setempat.

Tidak lama kemudian, acara dimulai dengan penyerahan hajad dalem untuk didoakan oleh KRAr Bowodipuro kepada KRT Pujodiningrat. Di tempat duduk lesehan untuk mengepung doa selamatan Malem Selikuran tampak Wakil Wali Kota Hadi Rudyatmo dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Surakarta dan swasta.

Sehabis doa, ada pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Namun sebelum rombongan prosesi tiba, sebuah grup hadrah telah mengisi waktu dengan melantunkan lagu-lagu bernafaskan Islam. Lantunan lagu-lagu agamis itu pula yang menyambut kedatangan prosesi memasuki halaman Pendapa Joglo hingga tampak harmonis dengan iringan musik hadrah yang datang berjalan kaki bersama rombongan prosesi.

Sebelum doa penutup, KRAr Winarno Dipuro menyampaikan riwayat singkat Malem Selikuran. Sehabis doa, nasi gurih dipurak atau dibagi-bagikan, meskipun lebih berkesan penjarahan. Meski sejak dimulai hingga ritual lailatulkadar berakhir kurang lebih pukul 21.30, namun sepulang mengikuti upacara, para prajurit dan ratusan abdi dalem yang mengiring, pulang diangkut dengan bus, kendaraan roda empat, bahkan ada yang naik becak.

Mengenai lomba ting dan ronda, menurut Daryono selaku Sekretaris Pokdarwis Kelurahan Baluwarti, Pasarkliwon, Solo, juaranya akan diumumkan secepat mungkin. Lomba ting khusus untuk warga Baluwarti diikuti 47 peserta, tetapi lomba ronda selain RW-RW di Baluwarti, diikuti pula RW-RW dari Kelurahan Semanggi (Pasar Kliwon) dan Penumping (Laweyan).

''Kali ini ada perubahan lebih baik. Selain petugas pengarak, peserta lomba ting dan ronda juga diikutsertakan. Sepertinya sudah diatur oleh Yang di Atas (Tuhan YME-Red), sorenya hujan berulang-ulang, kok begitu berangkat hingga upacara selesai terang-benderang,'' ujar abdi dalem yang sehari-hari bertugas di Kantor Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton itu. (won,sri-29n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA