logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 Oktober 2005 SALA
Line

Produksi RSO Prof Dr R Soeharso Menuju Standar Internasional

RIBUAN tangan dan kaki palsu produksi Rumah Sakit Orthopedi (RSO) Prof Dr R Soeharso Surakarta telah beredar di seluruh Indonesia . Melihat wujudnya yang bagus orang tak mengira kalau kaki dan tangan palsu itu dibuat dengan mesin-mesin yang sudah berusia tua.

Banyak orang cacat membutuhkan sehingga bengkel produksi protese (alat ganti) dan ortose (alat bantu) di rumah sakit itu perlu terus dikembangkan agar kualitasnya sempurna dan menuju standar internasional.

Protese berupa kaki dan tangan palsu, sedangkan ortose berbentuk korset, kruk, dan sebagainya. Barang-barang itu selama ini diproduksi oleh RSO Prof Dr R Soeharso Surakarta dalam sebuah bengkel sederhana.

Melihat mesin-mesinnya orang akan terkejut karena rata-rata sudah berusia tua. Melihat kondisi itu seorang pemimpin sebuah LSM dari Prancis yang berkiprah dalam kecacatan fisik dan mental tergerak untuk menyumbangkan tiga unit mesin modern senilai Rp 1 miliar.

"Mesin-mesin kami memang telah ketinggalan zaman. Namun masih bisa difungsikan untuk produksi. Mesin-mesin itu termasuk teknologi tepat guna," ujar dokter Sulistyowati MS, Wakil Direktur RSO Prof Dr R Soeharso.

Dokter Komang Kusumawati SpRM, salah seorang staf rumah sakit itu mengatakan jika mesin-mesin itu sudah berpoduksi maka protese dan ortese akan lebih bagus kualitasnya.

"Protese dan ortese itu nanti akan lebih ringan dan dari segi estetika juga lebih indah serta lebih nyaman dipakai," jelasnya.

Masih menjadi masalah adalah tenaga yang mengoperasikan mesin-mesin bantuan itu. Peralatan modern tersebut keluaran baru sehingga operatornya harus dididik dulu. Mulai 24 Oktober 2005 selama tiga bulan, beberapa tenaga dilatih oleh instruktur dari Prancis.

Tergerak

Tommaso Giovacchini, Direktur Handicap International LSM yang memberikan bantuan mesin mengungkapkan ia mengetahui di Indonesia ada RSO ketika berada di Aceh untuk memberikan bantuan kepada para penyandang cacat.

Saat itu rombongan dari RSO Prof Dr R Soeharso yang dipimpin dokter Komang Kusumawati SpRM juga melakukan hal serupa.

Berawal dari situ ia ingin melihat kondisi mesin-mesin pembuatan kaki dan tangan palsu di RSO Prof Dr R Soeharso Surakarta. Setelah melihat mesin-mesin yang sudah tua pemimpin LSM yang punya perwakilan di banyak negara itu tergerak untuk menyumbangkan mesin-mesin serupa yang lebih modern.

"Sumber daya manusia (SDM) di Solo sebenarnya punya kemampuan dan keahlian, hanya belum ada alatnya (yang lebih modern-Red)," ujar Tomasso.

Selain tenaga dari RSO Prof Dr R Soeharso, yang diikutsertakan dalam pelatihan nanti adalah tenaga dari RSUP Kariadi Semarang, Balai Rehabilitasi Bina Daksa (BRBD) Solo, dan Poltekes Semarang.

Tomasso tergerak memberikan bantuan mesin itu juga karena melihat kenyataan orang cacat fisik di Indonesia jumlahnya lebih dari 1,2 juta orang. "Mereka sangat membutuhkan protese dan ortese," jelasnya.

Dengan mesin baru nanti waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi kaki dan tangan palsu dapat dipercepat. (Subakti A Sidik-16,27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA