| Jumat, 21 Oktober 2005 | SALA |
Pesantren Ramadan SMA Bhineka KaryaPINTAR tanpa dibarengi takwa dan akhlak yang baik tak ada gunanya. Ketiga hal itu merupakan satu paket. Demikian kalimat bermakna yang diucapkan Kepala SMA Bhineka Karya Boyolali H Muhajir SIP dalam berbagai kesempatan. Untuk itulah selama Ramadan para siswa diwajibkan mengikuti kegiatan pesantren di sekolah. Sebelum kegiatan digelar mereka harus punya modal lebih dulu. "Sebelum memasuki puasa semua siswa kelas I sampai III yang berjumlah 1.050 mengumpulkan infak," tutur Muhajir. Setiap siswa menyerahkan uang Rp 5.000 kepada panitia. Setelah terkumpul dibelikan kebutuhan dan selanjutnya dibagi-bagikan kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah. "Ada sekitar 150 warga yang menerima. Paket bahan diharapkan digunakan untuk persiapan puasa," jelasnya. Lewat paket itu siswa telah berbuat kebajikan. Namun berbuat kebajikan tidak cukup tanpa amalan dan pendalaman agama. Untuk itu digelar pesantren Ramadan yang dikelola oleh para guru. Sejak awal puasa setiap siswa wajib mengikuti kegiatan dari pukul 07.30 hingga 12.30. "Setiap hari pesantren diikuti oleh tiga kelas dan dilakukan bergiliran," ujar Muhajir. Kegiatan itu dipusatkan di masjid sekolah yang dibangun dengan biaya ratusan juta rupiah. Materi yang diberikan adalah masalah akidah, akhlak, dan sebagainya. Selama mengikuti pesantren siswa menjalankan shalat dhuha dan salat dhuhur berjamaah. Antara guru dan siswa juga melakukan dialog membahas masalah agama dan sosial. Pesantren Ramadan itu bermanfaat sangat besar. Terutama mendidik para siswa agar peduli pada lingkungan serta menambah pengetahuan agama. Muhajir mengatakan bulan puasa memang momentum untuk meningkatkan amal kebajikan. Kesempatan satu bulan itu dimanfaatkan untuk mendidik para siswa. "Setelah mereka lulus dan terjun di tengah masyarakat diharapkan selalu menjaga norma-norma agama dan peduli terhadap lingkungan," tandasnya. (Suti Harjoyo-27) |