| Jumat, 21 Oktober 2005 | OLAHRAGA |
Kisruh Antarkiper di Jerman dan PrancisPARIS - Oliver Kahn dan Jens Lehmann bersitegang dalam beberapa bulan ini karena seperti ada perseteruan siapa yang akan berdiri di bawah gawang Jerman sebagai kiper pertama pada saat putaran final Piala Dunia 2006. Prancis pun mengalami masalah sama, karena Gregory Coupet menyatakan dia harus menjadi penjaga gawang utama setelah Fabien Barthez tampil lagi sejak mendapat hukuman enam bulan lantaran meludahi wasit. Pelatih Prancis Raymond Domenech hingga kini masih bersikap netral, tapi dalam waktu dekat harus membuat keputusan. Hal itu harus ditunjukkannya dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman di Paris, 12 November mendatang. Juergen Klinsmann, pelatih tim nasional (timnas) Jerman, menghadapi masalah sama dan sedang sakit kepala memikirkannya dalam beberapa bulan ini. Mantan striker itu menciptakan semacam perombakan selepas menjabat pelatih Jerman pasca Euro 2004. Dia mencoret Kahn dari fungsi kaptennya dan memperingatkan penjaga gawanga Bayern Munich itu agar berjuang untuk mendapatkan tempat di Piala Dunia bersama Lehmann. Keputusannya itu menimbulkan kritik tajam dari beberapa tokoh kunci di Bayern, termasuk Franz Beckenbauer dan Uli Hoeness. Klinsmann juga mendepak Sepp Maier dari Bayern dari posnya sebagai pelatih kiper timnas karena mengeluarkan komentar negatif. Harapan Lehmann untuk mengalahkan Kahn dalam usahanya menjadi penjaga gawang nomor satu mendapat hambatan karena dia kehilangan tempat di Arsenal pada musim lalu. Sejak itu Klinsmann lebih mempercayai Kahn. "Saya yakin akan berada di bawah gawang Jerman di Piala Dunia nanti," tegas Lehmann, bulan lalu. "Biasa terjadi saya tampil pertama pada tiga pertandingan awal, kemudian mendapat kartu merah. Namun saya yakin saya akan tampil." Kahn menjawab komentar itu dengan mengatakan, "Memalukan jika hal ini terjadi lagi. Peraturan tampaknya tak ada artinya bagi dia." Seperti Aktor Prancis dalam beberapa tahun tak dicekam rasa khawatir seperti itu. Barthez, tokoh utama ketika membawa Les Bleus memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, kini belum dinyatakan sebagai kiper nomor satu. Barthez, yang dianggap seperti aktor di dalam dan di luar lapangan, amat dicintai pendukungnya dan disebut-sebut sebagai simbol kemenangan timnas pada 1998. Kecintaan masyarakat itu tak saja karena penampilannya yang bagus ketika menyelamatkan gawang, tapi juga lantaran adanya ciuman semoga sukses yang dilakukan bek Laurent Blanc di kepalanya yang plontos, sebelum dan setelah pertandingan. Semua itu berubah pada Mei lalu tatkala Barthez dihukum hingga akhir tahun karena meludahi wasit dalam pertandingan persahabatan antara Olympique Marseille dan Wydad Casablanca. Sanksi itu lalu diperpendek hingga 15 Oktober. Barthez tak hanya mengalami penderitaan karena citranya yang rusak, tapi juga harus bersedia menyerahkan posisinya di timnas pada Coupet dari Olympique Lyon. Sekarang, Prancis harus berjuang menentukan siapa yang akan dipakai pada World Cup di Jerman, setelah mereka memperlihatkan permainan memprihatinkan dalam empat pertandingan terakhir di babak kualifikasi. Coupet tampil bagus dalam empat partai itu, namun problem muncul setelah hukuman Barthez dicabut. Coupet yang ambisius, memainkan peran penting dalam laju Lyon meraih empat gelar juara Liga Prancis tanpa putus. "Saya selalu memimpikan menjadi pemain nomor satu dalam tim. Sekarang level saya sudah sama dengan Barthez,'' ungkap Coupet (32). Barthez (34) tak menjawab komentar rivalnya itu. Demikian pula dengan Domenech. Kedua penjaga gawang itu relatif bertubuh kecil untuk ukuran kiper, tapi Barthez dan Coupet amat dinamis dan spektakuler. Barthez gesit dalam mengamankan bola bawah, sedangkan Coupet lebih piawai dalam menangkap bola atas. Barthez memiliki tendensi reaksi berlebihan dan memiliki rekor buruk dalam menyerang lawan. Sementara Coupet tak pernah kehilangan kontrolnya. Bernard Lama, yang kehilangan tempat sebagai kiper pertama dalam timnas Prancis selepas posisinya direbut Barthez sebelum Piala Dunia 1998, menyatakan Coupet lebih bagus. "Bagi saya, Gregory adalah penjaga gawang terbaik di dunia saat ini," tutur Lama. Kini keputusan berada di tangan Domenech. (rtr,A7-31) |