logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 Oktober 2005 OLAHRAGA
Line

Klub Anggota Kurang Diperhatikan

SEMARANG- Musyawarah Daerah (Musda) PSIS yang akan digelar pertengahan November mendatang, diharapkan bisa menjadi sarana menuju kemajuan. Tak bisa dipungkiri, perbaikan dan pembenahan terus diperlukan oleh perserikatan yang telah berdiri sejak 1930 itu. Mengingat selama ini masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam menjalankan roda organisasi.

Ketua Harian SSS (Sport Supaya Sehat) Amir Machmud NS, klub-klub anggota PSIS kurang memperoleh perhatian dari pengurus. "Selama ini, klub-klub anggota tak pernah disapa dan diperhatikan. Padahal, perkumpulan-perkumpulan itu terus melakukan pembinaan pemain yang hasilnya juga bisa digunakan oleh tim utama," jelasnya.

Dia menambahkan, SSS telah menyiapkan tiga agenda yang akan diajukan pada pertemuan rutin lima tahunan tersebut. Pertama, menggugah perhatian pengurus untuk tak hanya sibuk mengurus tim utama dan tim yunior. Namun, klub-klub juga perlu diperhatikan. Misalnya, dengan menggelar kompetisi antarklub rutin setiap tahun. Manfaat kompetisi tersebut sangat besar untuk memberikan kontribusi kepada tim utama.

Sedangkan agenda kedua, SSS menghendaki pengurus membuat aturan yang mengatur hak-hak klub anggota saat pemainnya direkrut tim utama. Di tahun-tahun sebelumnya, klub hanya dipandang sebelah mata saat salah satu pemainnya direkrut tim utama. Belum ada kejelasan aturan mengenai hal itu, baik etika maupun regulasinya. Pada musda mendatang, diharapkan masalah rekrutmen bisa dijernihkan. Dan yang ketiga, Amir mengusulkan agar perlu dijadwalkannya pertemuan rutin antara pengurus dan klub-klub anggota.

"Urusan PSIS bukan hanya tim profesional semata. Tapi juga tim-tim amatir di bawahnya. Dengan demikian, diharapkan beberapa persen dana PSIS yang berasal dari APBD Kota Semarang bisa dialokasikan untuk kemajuan klub anggota. Tim utama dan tim yunior seharusnya hanya ditangani manajemen tim. Pengurus bisa berkonsentrasi untuk kemajuan organisasi dan klub-klub anggota," imbuhnya.

Perkuat Pembinaan

Untuk itu, lanjut Amir, pada kepengurusan periode mendatang perlu dilakukan langkah memperkuat pembinaan klub anggota. Langkah itu di antaranya dengan merangkul beberapa figur dari kalangan sepak bola yang telah terbukti memiliki pengabdian tinggi. Mereka diangkat jadi pengurus dan diberi kekuatan untuk memajukan sepak bola Semarang. "Yang diperlukan bukan perombakan, melainkan memberi power dan legitimasi kepada mereka yang dianggap mampu."

Senada dengan Amir, pengurus PS Undip Sugi Sandikrama juga menyatakan selama ini pengurus hanya memperhatikan tim utama yang berlaga di Liga Indonesia. Sedangkan klub-klub amatir kurang diperhatikan. Buktinya, kompetisi antarklub tidak rutin digelar. Begitu juga dengan kompetisi untuk pemain usia dini. Karena itu, di musda nanti PS Undip akan mengusulkan kepada pengurus terpilih agar lebih memperhatikan pembinaan dan pemberdayaan pemain lokal.

Selain itu, Sugi juga akan mengusulkan agar pengurus membentuk tim PSIS amatir. Para pemain tim amatir tersebut diambilkan dari klub-klub anggota PSIS. Kemampuan mereka dipoles dan dimatangkan agar dapat menyuplai pemain di tim utama. Tahun lalu, tim amatir memang sempat dibentuk. Sayang, tidak ada tindak lanjutnya. (aim,H13-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA