| Jumat, 21 Oktober 2005 | SEMARANG |
Wilayah Kalipancur Hari Ini Difogging
SEMARANG - Menindaklanjuti ditemukannya enam warga RT 06 RW 05 Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan positif terkena penyakit demam berdarah (DB), DKK Semarang lewat Puskesmas Purwoyoso, pagi ini mulai pukul 08.00 melakukan pengasapan (fogging) di wilayah itu. Pengasapan tersebut sekaligus merespons surat dari Ketua RT 06 RW 05 Haryono yang mengajukan permohonan bantuan penanggulangan DB melalui pihak kelurahan, menyusul enam warganya positif DB, yakni Sandy Kirana P (16), Febe Citra P (11), Valencia Ardine R (7), Fitri Risdiana (19), Pungky (28), dan Nina Woro H (17). Empat pasien, yakni Sandy, Febe, Valencia, dan Putri sudah boleh pulang setelah menjalani perawatan di RS Elisabeth sejak Kamis (13/10) lalu. Sementara Pungky dan Nina baru kemarin dinyatakan positif DB. Namun, penanganan secara menyeluruh menghadapi kendala dana. Kasubdin P2P DKK Semarang dokter Widoyono MPH mengatakan, kendala dana itu menjadikan hasilnya tidak optimal. Dana yang dibutuhkan tahun 2005 ini semestinya Rp 3,6 miliar, namun Pemkot hanya menyediakan Rp 100 juta. Dan dalam kejadian luar biasa (KLB) seperti sekarang akan disediakan dana lagi Rp 200 juta, sehingga totalnya hanya Rp 300 juta. Tidak Menyeluruh Secara terpisah, Kepala Kelurahan Kalipancur Drs Sigit Suwarso melalui Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Sumartiningsih SE mengatakan, pengasapan tidak dilakukan secara menyeluruh di Kelurahan Kalipancur, tapi hanya di RT 06. "Pengasapan tersebut hanya beradius 100 meter dari lokasi rumah keenam pasien. Sebab dari laporan yang masuk, wilayah yang terjangkit baru satu titik. Rumah keenam pasien jaraknya tak terlampau jauh, masih bertetangga," ujar Sumartiningsih. Dikatakan, dalam beberapa tahun belakangan, wilayahnya tidak pernah terkena penyakit gigitan nyamuk Aedes aegipty. Widoyono menambahkan, terjadi tiga kali peningkatan penderita dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Pada bulan Juli tidak ada penduduk yang terkena, sedangkan Agustus dan September jumlah penderita dua orang. "Peningkatan yang cukup drastis terjadi pada Oktober. Dari laporan yang saya terima ada empat orang yang terjangkit. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah,'' katanya. Berdasarkan peningkatan itulah maka Kelurahan Kalipancur dinyatakan sebagai KLB. Mengenai prosedur pengasapan yang dinilai warga agak sulit, dia juga mengakui banyak warga yang mengeluhkan ''Kami memprioritaskan daerah yang paling banyak penderitanya, jadi tidak asal semprot,'' tegasnya. (lin,sjs,fzm-18d) |