logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Buru Teroris, Hasilnya Pengamen

MAKSUD hati memburu teroris tetapi tujuh pengamen yang terjaring. Ungkapan itu tampaknya pas untuk menggambarkan operasi yang digelar aparat Polsek Genuk di Terminal Terboyo, Kamis (20/10).

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Iptu Firman Andreanto itu berlangsung mulai pukul 12.30. Satu tim terdiri atas Samapta, IPP, dan reserse diturunkan.

Saat pelaksanaan ternyata situasi terminal sangat lengang. Tak banyak penumpang berlalu-lalang. Praktis, kegiatan itu menjadi pusat perhatian para makelar tiket dan awak bus. Mereka berkerumun ingin tahu apa yang akan polisi lakukan.

Sasaran awal digelar di pul bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP). Beberapa penumpang yang membawa barang-barang diperiksa dengan alat pemindai logam.

Terjadi ketegangan kecil ketika polisi memeriksa laki-laki dan perempuan yang duduk berdampingan di jok depan sebuah bus AKDP. Pria itu kebetulan berjenggot panjang dan mengikatkan sorban di kepalanya. Yang perempuan mengenakan jilbab dan cadar untuk menutupi wajahnya.

Entah apa yang membuat polisi bersemangat memeriksa laki-laki yang menyatakan perempuan di sebelahnya adalah anaknya itu. Suasana menjadi agak tegang begitu sorot kamera sejumlah wartawan mengepung kedua penumpang itu.

Kontan hal itu membuat keduanya agak grogi dan terlihat tak nyaman. ''Saya itu baru menengok anak yang mondok di Jawa Timur. Ini mau pulang,'' ujar pria yang menggaku bernama Kosim itu.

Di samping melakukan pemeriksaan, polisi juga membagi-bagikan ratusan lealfet bergambar wajah terbaru teroris yang kini masih buron pada para penumpang. Seorang makelar ketika melihat wajah Noordin M Top dan Dr Azahari langsung berkata, ''Kejam sekali orang itu.''

''Tolong kalau mengetahui wajah orang seperti ini hubungi kami,'' pinta seorang anggota reserse kepada makelar tiket itu.

Setelah memastikan tak ada barang atau sasaran yang dicurigai, polisi melanjutkan dengan operasi pekat di terminal tersebut. Hasilnya tujuh pengamen terjaring razia. Mereka dibawa ke Mapolsek Genuk.

Seperti biasanya, ketujuh pengamen itu diidentifikasi lalu diberikan pengarahan. Hal itu dimaksudkan agar ulah mereka tidak sampai menimbulkan keresahan di masyarakat. Setelah itu, mereka dilepas. (Karyadi-44j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA