logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 Oktober 2005 SEMARANG
Line

AKT Boleh Pulang

SEMARANG - Setelah menjalani perawatan satu minggu di RS dokter Kariadi (RSDK) Semarang, AKT, pasien yang diduga terkena flu burung, diperbolehkan pulang.

Kondisi kesehatannya menunjukkan kemajuan. Suhu tubuhnya sudah nomal, dan gejala klinis yang sebelumnya tampak, saat ini tidak terlihat lagi. Demikian dikatakan Ketua Emerging Infectious Desease (EID), dokter Agus Suryanto SpPD, Kamis (20/10).

Seperti diberitakan sebelumnya, AKT, warga Sendangmulyo, Semarang, mulai menjalani perawatan di RSDK, Sabtu (15/10) pukul 24.00. Dia merupakan pasien kedua, yang diduga terjangkit flu burung, yang menjalani perawatan di rumah sakit itu. Sebelumnya, Suprat, warga Kendal juga diduga terjangkit penyakit serupa karena mengalami gejala mirip flu burung.

Menurut Agus, dari gejala klinis, pasien itu memang diduga terjangkit flu burung. Namun berdasarkan hasil diagnosis, dia mengalami infeksi saluran pernafasan atas.

"Jadi untuk memastikan apakah dia terjangkit virus flu burung atau tidak, kami masih menunggu hasil tes dari Jakarta. Sampai saat ini, hasil pemeriksaan sampel darah tersebut belum kami terima,'' tuturnya.

Dia tidak bisa memastikan, kapan hasil test tersebut dapat diketahui. "Mungkin hari ini atau bisa besok. Tapi saya juga belum bisa memastikan,'' imbuhnya.

Melihat kondisinya yang saat ini membaik, dia menjelaskan, dari segi penularan sudah bisa dikatakan aman. Pasalnya, gejala infeksi yang ditunjukkan saat ini tidak ada. Meskipun tidak menjalani perawatan di rumah sakit, AKT tetap diharuskan kontrol satu minggu setelah pulang.

"Kami juga sudah memberitahukan kepada keluarga untuk mengomunikasikan kondisi AKT dengan pihak RSDK,'' kata dia.

Jika nanti dalam satu minggu setelah pulang timbul gejala-gejala klinis seperti sebelumnya, pihak keluarga diminta segera melaporkan kepada pihak rumah sakit.

Diakui, sampai kemarin antivirus belum pernah diberikan kepada pasien, mengingat dari dua pasien yang diduga menderita flu burung ternyata dinyatakan negatif.

Selain itu, tubuh pasien cukup bisa merespons dengan baik obat yang diberikan RS, meskipun bukan antivirus flu burung. "Dengan mempertimbangkan hal itu, maka antivirus belum diberikan,'' kata Agus.

Jika nantinya antivius tersebut digunakan dan persediaan di RSDK habis, Agus berjanji segera meminta tambahan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. "Saat ini persediaannya cukup untuk tiga orang pasien,'' imbuh dia. (lin-18a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA