| Jumat, 21 Oktober 2005 | SEMARANG |
PT KA Siapkan KA TambahanSEMARANG - PT Kereta Api (KA) akan mengoperasikan beberapa KA tambahan lebaran yang melalui jalur pantai utara (pantura). Upaya tersebut dilakukan, karena pada saat itu terjadi peningkatan jumlah penumpang. Kepala Stasiun Tawang Semarang, Purwanto, Kamis (20/10) mengatakan, PT KA menyiapkan 11 KA tambahan yang akan berangkat dari Semarang dan Surabaya. Kereta tambahan itu, terdiri atas dua rangkaian KA eksekutif, lima rangkaian KA ekonomi, dan dua rangkaian KA bisnis. Kereta tambahan dari kelas bisnis, adalah KA Gumarang yang berangkat dari Surabaya. Sementara itu untuk KA eksekutif tambahan adalah dua rangkaian KA Anggrek Lebaran dari Surabaya - Semarang - Jakarta, dan dua rangkaian KA Kamandanu Lebaran dari Semarang-Jakarta. Untuk kelas ekonomi, juga akan ditambah, masing-masing KA Tawangjaya dari Semarang ke Jakarta sebanyak dua rangkaian, KA Kertajaya I sebanyak dua rangkaian, dan satu rangkaian KA Kertajaya II. KA Kertajaya akan berangkat dari Surabaya menuju Jakarta melalui Semarang. ''Dengan adanya penambahan perjalanan tersebut, maka beban jalur-jalur yang ada juga makin berat. Namun, kami telah merencanakan dan mengatur perjalanan KA agar aman,'' katanya. Mengenai perkiraan jumlah penumpang kelas eksekutif dan bisnis, dia memperkirakan terjadi kenaikan sekitar 5% dibanding lebaran tahun lalu. Tahun lalu, puncak arus balik terjadi pada tujuh hari setelah lebaran, dengan jumlah penumpang 4.217 orang. Puncak arus mudik tahun lalu, terjadi pada dua hari sebelum lebaran, dengan jumlah penumpang 4.552 orang. Posko Dalam upayanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan selama beroperasinya angkutan lebaran, pihaknya juga menyelenggarakan pos terpadu, yang melibatkan Polri, TNI, dan tenaga kesehatan. Purwanto menjelaskan, tenaga keamanan berseragam yang akan dilibatkan terdiri atas 10 orang anggota Polri dari Polwiltabes, 10 anggota TNI, empat anggota Polisi Militer, 10 anggota Brimob, dan lima anggota Polsuska. ''Untuk tenaga kesehatan, kami menyediakan dokter dibantu para anggota Palang Merah Indonesia (PMI),'' ujarnya. Tentang upaya menangkal teroris, dia mengatakan, di pintu masuk akan disiagakan tenaga keamanan yang dilengkapi dengan detektor metal. Upaya itu sudah dilakukan sejak empat tahun lalu. Sementara itu Humas Daop IV, Suprapto mengatakan, pihaknya juga melakukan berbagai persiapan yang berkait dengan kemungkinan timbulnya banjir dan longsor. Dia menyebut, daerah rawan banjir untuk wilayah Daop IV adalah Petarukan-Comal, Batang-Ujungnegoro, Weleri-Jrakah, Tawang-Alastuwo-Sedadi, dan Jambon-Panunggalan. Lalu untuk daerah rawan longsor berada di Krengsen, Weleri. Dia mengatakan, jika terjadi kerusakan jalur akibat banjir dan tanah longsor, PT KA sudah mempersiapkan bahan-bahan material berupa kricak, bronjong kawat, dan bantalan rel. Bahan-bahan tersebut dipersiapkan di Stasiun Poncol, Pekalongan, Cepu, dan Bojonegoro. ''Dalam memberikan pelayanan, kami mengutamakan segi keamanan, keselamatan, dan kelancaran perjalanan KA,'' kata dia. (G6-18a) |