logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 Oktober 2005 BANYUMAS
Line

OP Gula, Jatah Banyumas 10 Ton

PURWOKERTO-Operasi pasar (OP) gula pasir di Banyumas segara digelar di lima wilayah yang memiliki pasar besar, yaitu Wangon, Ajibarang, Purwokerto, Sokaraja, dan Sumpiuh. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hedi Oromanu menyatakan operasi pasar dilaksanakan setelah harga gula pasir melambung di pasaran.

Saat ini harga gula pasir Rp 6.100/kg. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah telah melayangkan surat bila harga gula pasir di atas Rp 5.500 segera dilakukan operasi pasar.

Ahmad (50), pedagang di Pasar Ajibarang, menuturkan harga gula eceran Rp 6.000/kg dan bakulan (beli untuk menjual lagi) Rp 5.600/kg. Namun di beberapa tempat sudah ada yang menjual Rp 6.100/kg.

Untuk melakukan operasi, pihaknya berkoordinasi dengan PTP Nusantara IX di Surakarta, pengelola pabrik gula di Jawa Tengah. Dia memperoleh jawaban operasi pasar di Banyumas sesuai dengan kedekatan wilayah akan didukung PG Jatibarang, Brebes.

''Saya sudah bertemu PG Jatibarang, Selasa (18/10). PG Jatibarang menyatakan akan mendukung operasi gula pasir untuk Banyumas dan Cilacap. Operasi itu bisa dilaksanakan karena saat ini harga di pasar tinggi, stok di pabrik gula tersedia cukup banyak.''

Lima Wilayah

Banyumas akan mendapat jatah 10 ton untuk operasi. Harga operasi ditentukan Rp 5.500/kg. Setiap orang hanya diperbolehkan membeli 2 kg. Operasi itu dilaksanakan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPD APTRI) Jawa Tengah.

''Sesuai dengan jadwal, DPD APTRI akan menggelar operasi pasar gula pasir serentak di lima wilayah Banyumas, Selasa 25 Oktober. Saat ini APTRI mempersiapkan kemasan gula pasir dalam plastik 1 kg. Dinas Perindustrian Banyumas tak turun langsung, tetapi sebagai koordinator Tim Pangan Kabupaten hanya menjadi fasilitator,'' katanya.

Dia tak bisa memastikan berapa jatah setiap wilayah. ''Saya telah menyampaikan keadaan di wilayah yang jadi titik operasi. Tentu saja DPD APTRI akan menyesuaikan dengan situasi di setiap wilayah.''

Dia menuturkan operasi antara lain bertujuan agar masyarakat dapat menikmati gula murah. Pelaksanaan tidak di dalam pasar. Truk APTRI pengangkut gula pasir operasi berada di lokasi strategis, mudah dijangkau, tetapi tak berdekatan dengan pasar. Jadi pedagang gula di pasar tak merasa terganggu.

Pemilik kios pangan di Sawangan, Purwokerto, Sri (45), mengakui tak khawatir bakal diadakan operasi pasar gula. Saat ini dia menjual gula pasir antara Rp 5.600 dan Rp 5.800/kg, tergantung pada kualitas gula.

''Operasi tak akan memengaruhi pedagang. Sebab, kualitas gula yang akan dipakai operasi belum tentu sama dengan gula di pasar. Konsumen tak sekadar membeli barang, tetapi juga melihat kualitas,'' ujarnya. (G23-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA