| Senin, 17 Oktober 2005 | SALA |
Menunggu Bedug Maghrib di PerpustakaanSETUMPUK buku ada di atas meja di depan Rudi Ananto. Setelah membaca judul dan membuka-buka isinya sekilas, mahasiswa FKIP UNS itu memilih salah satu buku yang dianggap paling menarik dibaca. Di meja lain, di ruang baca Perpustakaan UNS Ana terlibat diskusi dengan temannya. Mahasiswa Fakultas Pertanian itu tengah mengerjakan tugas kelompok. Diskusi antarmahasiswa juga terjadi di taman perpustakaan. Di sudut lain, di rak buku yang terletak berjajar seorang mahasiswa tengah mencari buku secara manual. Pencarian buku di ruang perpustakaan juga bisa dilakukan dengan cara open acces catalogue melalui komputer. Rudi, Ana, dan mahasiswa UNS lainnya dalam bulan puasa ini mudah dijumpai di ruang Perpustakaan. Sebenarnya pada hari biasa mereka yang dijuluki penggila buku itu juga sering ke perpustakaan, namun tak sesering sekarang. Makin Banyak Itulah gambaran Perpustakaan UNS pada bulan puasa sekarang. Pengunjungnya makin banyak dan petugasnya pun kian sibuk. Sebagai jendela informasi dan ilmu pengetahuan perpustakaan masih dianggap penting oleh para mahasiswa sebagai sarana belajar. Mengingat makin banyak pengunjung di bulan puasa, rektorat mengeluarkan kebijakan memperpanjang jam buka. Koordinator Sirkulasi Perpustakaan Tri Hartiningtyas mengatakan pada hari biasa perpustakaan buka mulai pukul 08.00, istirahat pukul 14.00, dan buka lagi pukul 16.00."Selama sebulan pada bulan puasa perpustakaan terus buka mulai pukul 08.30 hingga 16.00," jelasnya. Rudi mengungkapkan kesibukannya akhir-akhir ini membaca buku di perpustakaan adalah untuk membunuh kejenuhan selama menjalani ibadah puasa. Sambil menunggu bedug Maghrib atau saat berbuka puasa kegiatan itu dinilai baik daripada hanya melamun di rumah. "Banyak manfaat yang bisa diambil lewat membaca buku. Sebagai mahasiswa saya banyak mendapatkan ilmu di luar kuliah," tuturnya. (Langgeng Widodo-27) |