logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Oktober 2005 RAGAM
Line

Ketaatan pada Allah

ALAM semesta ini secara disiplin taat mengikuti aturan tertentu yang dibuat Allah Sang Maha Pencipta/Maha Pengatur. Ketaatan itulah (dalam bahasa Alquran disebut sunnatullah) yang memungkinkan alam semesta ini dapat kokoh, rapi, dan seimbang. Bisa dibayangkan akibatnya jika bumi suatu ketika membangkang tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan -Nya. Pastilah alam raya ini akan rusak/binasa.

Jika langit dan bumi taat kepada aturan Sang Maha Pencipta, maka tentulah manusia akan sama halnya dengan alam semesta ini. Karena manusia adalah juga makhluk ciptaan Allah semestinyalah wajib memiliki sifat ketaatan pada aturan yang telah dibuat Allah untuknya (dalam bahasa Alquran disebut taqwa). Karena jika tidak makan manusia tidak akan dapat kokoh, rapih dan seimbang, sehingga akhirnya menyebabkan jiwanya sakit. Ia akan dilanda oleh rasa khawatir dan gelisah (stres), tidak dapat ikhlas, tidak dapat khusuk, menghalangi sabar, dan lain sebagainya.

Firman Allah mengatakan:

- ''Barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati''.(Al-Baqarah:38).

- ''Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasull-Nya, mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang dianugrahi nikmat Allah''.(An-Nisa:69).

- ''Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagai mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah''.(At-Taubah:71)

- ''Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan, sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan Kami tundukan pula burung-burung dalam keadaan terkumpul, masing-masingnya amat taat kepada Allah''.(Shaad:17-19)

- ''Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah kemenangan yang besar. Dan barang siapa yang telah mendurhakai ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan''.(An-Nisa:13-14)

- ''Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan, sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang kafir ada siksa yang menghinakan''.(Al-Mujaadilah:5)

- ''Pada hari ketika muka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, alangkah baiknya, andai kata dahulu kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul''.(Al-Ahzab:66)

Walaupun firman-firman Allah dalam Alquran sudah sedemikian jelasnya, yaitu kunci sukses dunia dan akhirat hanya dapat diraih bila selalu taat mengikuti keinginan-keinginan-Nya, tetapi mengapa masih banyak orang-orang yang membangkang?

Salah satu penyebabnya, boleh jadi karena kebanyakan orang tidak menyadari betapa cintanya Allah pada dirinya. Seandainya saja mereka tahu kadar kecintaan Allah kepadanya, niscaya mereka akan merasa malu untuk membangkang kepada-Nya. Banyak sekali bukti-bukti kecintaan Allah kepada manusia diantaranya :

- Dibuat-Nya manusia bisa berfikir, dapat membaca dan menulis

- Diberi-Nya kemerdekaan untuk berkehendak

- Diberi-Nya kita pedoman hidup untuk menuju bahagia

- Diampuni-Nya setiap dosa yang dilakukan kecuali Syirik

- Diberi-Nya ganjaran pahala walaupun masih berupa niat

- Dilipat gandakan-Nya 10X ganjaran atas amal shaleh yang dilakukannya.

- Walaupun telah mati, masih diberikan-Nya juga pahala

Kebaikan-kabikan Allah ini dapat dilihat dalam Alquran antara lain pada surat Ibrahim ayat 32-34. Firman Allah: ''Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia menundukan bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukan pula bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukan bagimu Matahari dan bulan yang terus-menerus beredar dalam orbitnya, dan telah Dia tundukan bagimu malam dan siang. (Ibrahim 32-34).

Bila seseorang sudah dapat memahami kecintaan Allah pada dirinya, namun ia masih juga tidak mau mentaati keinginan-keinginanNya, maka hendaklah ia segera meminta agar Allah mengganti hatinya! (Tim Kajian Qolbun Salim-12)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA