| Senin, 17 Oktober 2005 | NASIONAL |
Gerakan Shalat Bisa Hindari Penyakit
BANYAK orang yang melaksanakan shalat namun tidak semua menghayati makna setiap gerakannya. Padahal penelitian menunjukkan, dengan melakukan gerakan shalat yang benar akan terhindar dari berbagai macam penyakit. Hal itu disampaikan Drs H Bambang Riyanto ketika menjadi pembicara pada acara buka puasa dan tarawih bersama ibu-ibu Suara Merdeka Group di kediaman Ir Budi Santoso, Jalan Letjen S Parman 62 Semarang, semalam. Gerakan rukuk jika dilakukan dengan benar, yaitu dengan membungkukkan badan 90 derajat, akan mengurangi penyakit rematik. ''Ketika kita sujud dengan menundukkan kepala 45 derajat, aliran darah akan mengalir ke kepala dan akan menyerupai gerakan tawaf,'' ungkap dia. Begitu pula shalat tahajud pada sepertiga malam terakhir. Angin yang keluar pada malam itu dapat membawa kesembuhan. Apalagi jika sebelumnya melakukan relaksasi sambil menikmati keindahan langit. ''Shalat tahajud juga membawa efek yang luar biasa bagi ketenangan jiwa karena dilakukan pada saat santai dan tidak terbebani pikiran,'' ungkapnya. Yang perlu diperhatikan, lanjutnya, shalat jangan dilakukan dalam keadaan mengantuk. Bacaan-bacaan shalat yang diucapkan dengan lafal yang salah karena mengantuk, ujar dia, artinya akan menjadi lain. Karena itu, dalam beribadah seseorang tidak perlu memaksakan diri. ''Jika ingin shalat tahajud tetapi masih mengantuk, dapat didahului misalnya dengan membaca Alquran,'' ungkapnya pada acara yang juga dihadiri Direktur Suara Merdeka Group Kukrit Suryo Wicaksono dan Manajer TU Amir AR. Shalat Sunah Begitu pula yang dilakukan Rasulullah SAW. Sebelum melakukan shalat fardu, Rasul biasanya menunaikan shalat sunah. Bambang menyebutkan, ada dua shalat sunah yang tidak pernah ditinggalkan Rasul, yakni witir dan fajar. Dia juga menganjurkan umat untuk lebih menghayati bacaan-bacaan shalat. Hal itu mengingat banyak orang yang kurang menikmati keindahan shalat karena dalam mengucapkan ayat-ayat tidak sepenuh hati atau terburu-buru. Padahal, sambung dia, Allah selalu menjawab segala bacaan shalat yang terucap. ''Surat Al-Fatihah yang pendek itu jika diucapkan dengan benar dan khusyuk, akan membawa ketenangn jiwa yang luar biasa,'' tandas dia. Bambang mengilustrasikan para peserta acara uji nyali di televisi swasta yang tetap merasa takut meskipun sudah membaca ayat suci Alquran. ''Hal itu karena yang bersangkutan tidak mengucapkan bacaan-bacaan tersebut dengan sepenuh hati tetapi seperti sedang membaca mantra,'' selorohnya. (Ida N-60j) | ||||