| Senin, 17 Oktober 2005 | KEDU & DIY |
Usai Subuh Berlatih Kuliah Tujuh MenitNUANSA Ramadan sangat terasa di lingkungan panti asuhan Mardi Yuwono Wonosobo. Amalan atau ajaran agama Islam dilaksanakan dengan baik oleh anak-anak penghuni panti asuhan tersebut. Gema dan syiar agama terpancar dari kompleks panti asuhan. Sejak menjelang waktu Subuh, anak dan remaja putri penghuni panti, mulai berdatangan ke aula panti untuk mengikuti kegiatan shalat Subuh. Khusus selama Ramadan, usai shalat Subuh dilanjutkan dengan berlatih Kultum (kuliah tujuh menit). Secara bergantian mereka menyampaikan materi Kultum, secara singkat. Kegiatan tersebut dipandu atau dibimbing oleh guru mengaji yang disiapkan oleh pengelola panti asuhan. Hal itu akan membangkitkan keberanian dan rasa percaya diri berbicara di depan orang lain. Secara otomatis mereka akan belajar, sebelum tampil atau memperoleh giliran. Sehingga mereka pun akan mampu memahami dan menguasai materi agama yang dipelajarinya. Selepas waktu Asar, puluhan remaja tersebut bersama-sama menuju ke masjid Abu Daldiri di kompleks kantor Depag Wonosobo, yang berjarak 200 meter dari panti asuhan. Selama Ramadan ini, mereka mengikuti "semaan" Alquran di masjid tersebut. "Semaan" berlangsung sampai dengan saat adzan Magrib. Usai salat Magrib, mereka kembali lagi ke panti, untuk berbuka puasa. Menjelang waktu Isya, mereka berangkat lagi ke masjid Abu Daldiri, mengikuti salat Isya dan tarawih. Adapun untuk kegiatan tadarus Alquran, dilaksanakan di aula panti, sampai dengan pukul 21.30 WIB. Untuk mengikuti semaan dan tadarusan, relatif dibutuhkan yang sudah lancar membaca Alquran. Sehubungan dengan aktifitas pengajian yang sudah rutin dilakukan di panti, maka saat ini sudah banyak penghuni panti asuhan Mardi Yuwono yang telah lancar membaca dan khatam Alquran. Ana (17), asal Purbalingga yang telah menghuni panti asuhan Mardi Yuwono Wonosobo sejak delapan tahun silam, mengaku kegiatan Ramadan yang cukup padat tersebut, baginya sebagai hal yang biasa dan bukan beban berat. Ana mengaku menjalankan hal itu dengan rasa senang. Banyak Hikmah Disebutkan dia, banyak hikmah yang diperoleh dengan melaksanakan amalan Ramadan. Dia merasa mendapat ketenangan menjalankan ibadah puasa. Remaja berkulit putih anak pekerja bengkel sepeda kayuh itu menyebut, aktivitas selama Ramadan tidak mengganggu kesehatan maupun kegiatan rutinnya sebagai pelajar. Bahkan, Ana yang kini duduk di kelas III SMK 1 Wonosobo, jurusan Penjualan, cukup berprestasi di kelasnya. Di sekolah kejuruan favorit di Kota Wonosobo, Ana berhasil menempati peringkat 5 di kelasnya. Senada dengan itu, Suti Rahayu (15) asal Kaliwiro Wonosobo. Penghuni panti asuhan yang kini duduk di kelas I SMA Muhammadiyah Wonosobo, berterus terang aktivitas Ramadan dilaksanakan dengan penuh suka cita. Terlebih hal itu dilakukan bersama-sama dengan teman-temannya. Sehingga ia pun tidak merasa berat. Demikian halnya dengan Tursini (15), asal Desa Lamuk Kecamatan Kaliwiro, dia yang sudah lima tahun di panti menyebut, berbagai kegiatan selama Ramadan, justru memberikan ketenangan batin. Saat ini, Tursini juga ditemani seorang adiknya di panti. Tursini dan kawan-kawannya mengaku, pelayanan yang diberikan panti, cukup baik. Hubungan sesama penghuni panti maupun dengan pengasuh, terjalin penuh keakraban dan kekeluargaan. Sehingga semua penghuni mengaku merasa betah dan senang. Selain kegiatan keagamaan, mereka juga diberi ketrampilan menjahit, olah raga maupun kesenian. Mereka pada hari tertentu juga diwajibkan bekerja bakti membersihan/menata taman di kompleks panti, yang kini terlihat semakin asri. Pembimbing bidang kerokhanian di panti, Imron Awaludin SAg mengatakan, membina para remaja perempuan relatif lebih mudah. Mereka umumnya lebih taat dan mau melaksanakan terhadap ajaran yang diberikan. Mereka juga lebih berdisiplin. Kepala panti asuhan Mardi Yuwono, Drs Sutrisno MSi menjelaskan, sejak tiga tahun silam, seluruh penghuni panti yang dikelolanya adalah remaja perempuan. Saat ini penghuni panti tercatat 70 anak dan remaja. Sebagian besar berasal dari Wonosobo. Anak-anak penghuni panti asuhan umumnya dari keluarga kurang mampu, anak telantar dan yatim piatu. Semua anak asuh di sekolahkan, di sekolah negeri maupun swasta. Bahkan bagi anak yang berprestasi, ada yang dibiayai kuliahnya.(Sudarman-39) |