logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Oktober 2005 KEDU & DIY
Line

Ditemukan Kerangka Manusia di Sumur Tua

  • Diduga Korban Pembunuhan

TEMANGGUNG- Pada Jum'at pagi lalu tanpa disengaja dua orang warga Kecamatan Kranggan, Temanggung, menemukan potongan kerangka manusia dan pakaian yang ada di dalam sebuah sumur tua di kompleks perumahan Korpri Kranggan.

Sumur tua yang berada di belakang rumah kosong tersebut adalah milik sebuah Yayasan yang dulu mengontrak tanah itu untuk perkebunan.

Siswanto (55) penggarap sisa tanah Yayasan di sekitar rumah tersebut menyatakan, saat itu dia dimintai air oleh Nawarudin (45) untuk menyirami tanaman lombok yang berada di samping tanah yang digarapnya. Nawarudin dipersilakan Siswanto menimba air di sumur yang selama 4 bulan terakhir tidak pernah dijamah lagi.

Akan tetapi ketika ditimba, di dalam sumur tersebut terdapat sampah yang menutupinya. Siswanto kemudian mencoba membersihkannya dengan menggunakan bambu (genter) yang ujungnya diberi kawat. Setelah bambu tersebut diangkat ke atas ternyata dia mendapatkan beberapa ruas tulang iga berbalut kaos.

Siswanto lalu memanggil Nawarudin yang tengah mencari air di tempat lain. Kedua orang itu sekali lagi mengambil sampah di dalam sumur. Kali ini yang didapat adalah tulang pantat, tulang paha dan sebuah celana dalam laki-laki. Kecurigaan bahwa tulang tersebut merupakan kerangka manusia semakin kuat, mereka melalui orang lain yang ada di sekitarnya lalu melaporkan kepada Polsek Kranggan.

Sementara Mashudi, warga setempat yang juga karyawan RST Magelang, usai mendengar kabar tersebut menelepon Edi teman kantornya yang tinggal di Kompleks RST Magelang. Hal itu dilakukan karena Edi pernah mengatakan bahwa anak Sunaryo, tetangganya, sejak 6 Juli lalu hilang setelah berpamitan pergi ke Kranggan. Mashudi berpikir kemungkinan tulang tersebut adalah mayat anak Sunaryo, yang bernama Bagus Wahyu Prasetyawan (19).

Edi kemudian memberitahukan penemuan ini pada Sunaryo. Sunaryo bersama istri lalu mendatangi tempat kejadian. Ketika melihat baju dan celana dalam tersebut istri Sunaryo langsung histeris dan pingsan. Karena dia memastikan bahwa mayat tersebut adalah mayat anaknya. Sunaryo yang awalnya tidak percaya mayat anaknya, akhirnya juga berkesimpulan yang sama.

Sunaryo mengatakan bahwa Juli lalu, Bagus dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Shogun barunya berpamitan pergi ke Kranggan. Meski ketika berangkat dari rumah sendirian tetapi ada yang melihat dia berboncengan dengan teman satu kompleksnya. Anehnya temannya seusianya tersebut saat ini telah kabur dan keluarganya pun tidak mengetahui dimana keberadaannya.

Polsek Kranggan dan Polres Temanggung, telah memeriksa enam saksi yang dinilai tahu masalah hilangnya Bagus, pelajar SMA ini. Mereka menduga bahwa Bagus merupakan korban pembunuhan sadis yang mayatnya dibuang ke sumur tersebut, hingga ditemukan dalam keadaan membusuk dan jasadnya telah hancur.(hsf-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA