| Jumat, 14 Oktober 2005 | PANTURA |
Pejabat Pemkab Diminta Bersepeda Tiap Jumat
PEMALANG - Bupati Pemalang HM Machroes SH mengeluarkan surat edaran tentang penghematan energi di kantor-kantor di lingkungan Pemkab. Surat itu telah dikirimkan kepada para asisten, kepala badan, dinas, kantor, bagian, camat, dan pimpinan perusda. Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Subardi BA mengatakan, penghematan energi itu sudah seharusnya dilakukan, berkaitan dengan kenaikan harga BBM. Para pimpinan unit kerja dan pimpinan perusda diminta melanjutkan langkah-langkah secara nyata, berkaitan dengan penghematan energi dan efisiensi fasilitas kantor. "Misalnya, penerangan dan alat pendingin ruangan di kantor atau bangunan yang dikelola Pemkab dan Perusda, agar digunakan sehemat mungkin," katanya, Kamis (13/10) kemarin. Bagi pejabat atau karyawan yang tempat tinggalnya di lingkungan Kota Pemalang, mereka setiap Jumat dianjurkan naik sepeda ke kantor. Alat pendingin dianjurkan dinyalakan pada saat jam kerja dengan suhu 23-25 derajat Celsius. Sedangkan daya penerangan listrik ruangan, maksimal 15 watt/m2 dan tidak harus setiap titik lampu dinyalakan. Lampu penerangan dipasangi kapasitor, sementara saklar dibatasi penggunaannya (1-2 buah). Penempatan komputer dan AC diupayakan secara sentral per unit kerja atau gabungan unit kerja. Sedangkan yang aktif ke ruang kumputer, ditentukan hanya operator. Pejabat Jadi Pelopor Komputer dan AC yang sudah tidak lagi dioperasikan agar dimatikan, dan tidak digunakan untuk main game. Pada malam hari, lampu yang dinyalakan hanya pada titik tertentu saja. Listrik taman dinyalakan setelah Maghrib dan dipadamkan sebelum jam 06.00. Di hampir setiap unit kerja terdapat pesawat televisi. Sekarang, media informasi dan hiburan tersebut agar dihidupkan pada saat jam istirahat siang hari saja, dan segera dipadamkan kalau tidak perlu ditonton. Bupati juga membatasi penggunaan kendaraan dinas. Kendaraan tersebut kini hanya digunakan untuk keperluan dinas, sehingga dapat menghemat penggunaan BBM. Jika hendak melakukan kunjungan dinas ke luar kota, diupayakan agar menggunakan satu kendaraan yang satu tujuan. Kendaraan dinas yang sudah tidak efisien atau tidak layak pakai agar dihapus, supaya tidak menambah beban kebutuhan BBM. Dalam rangka penghematan energi itu, Bupati menekankan para pejabat VIP agar mempeloporinya, kemudian melakukan sosialisasi kepada masyarakat.(sf-58) |