| Jumat, 14 Oktober 2005 | PANTURA |
Persiapan Menyambut Mudik Lebaran (2-Habis)Mestinya Tak Buat Pasar di Jalur PanturaUNTUK mengamankan jalur pantura mulai Brebes hingga Gringsing (Batang) telah disiapkan 35 pos pengamanan terpadu yang petugasnya terdiri atas kepolisian, Dinas Perhubungan, LLAJ Wilayah Pekalongan, PT KA, TNI, dan lain-lain. Menurut keterangan Kasubag Lantas Polwil Pekalongan Kompol Untung Widiatmoko SIK, 35 pos terpadu itu akan disebar untuk tujuh daerah. Dengan perincian Brebes 6 pos, Kota Tegal (4), Kabupaten Tegal (9), Pemalang (4), Kota Pekalongan (5), Kabupaten Pekalongan (4), dan Kabupaten Batang (3). Untuk keperluan itu, Polri menyiapkan 2.277 anggota, TNI 119 anggota, dan petugas Dinas Perhubungan dari tujuh daerah. Dishub Kajen menyiapkan personel terbanyak dengan 50 orang kemudian Pekalongan dan Brebes masing-masing 30 orang. Selanjutnya, Slawi 12 personel, Tegal (12), dan Batang (25). Pemalang belum menyampaikannya karena pejabat terkait tidak hadir dalam rapat. Mereka selain bertugas memperlancar arus lalu lintas juga menjaga keamanan pemudik selama Lebaran. Karena itu, berbagai prasarana yang perlu agar mereka bisa melaksanakan tugas secara maksimal. ''Kami memang berat jika harus menjaga 12 jam di jalan saat terik matahari. Karena itu pembagian sifnya akan diatur agar petugas tidak terlalu berat,'' ungkap Untung. Selain itu, yang cukup merepotkan adalah jika terjadi pasar tumpah seperti tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data Polwil, terdapat 19 buah di jalur pantura. Namun, dari sejumlah itu ada beberapa pasar yang sudah tidak menjadi masalah dan bisa teratasi. Misalnya Pasar Batang dan Pasar Wiradesa, pada Lebaran tahun lalu sudah tidak ada masalah setelah ada pemasangan pembatas di tengah jalan. ''Pasar tumpah kan sudah terjadi setiap tahun. Kenapa pemerintah tidak bisa mengatasi? Mestinya dalam membangun pasar jangan di tepi jalur pantura yang bisa membuat kemacetan arus lalu lintas pada saat Lebaran.'' Meski demikian, pihaknya akan mengatur sedemikian rupa agar tidak berdatangan lagi pedagang ke pasar yang bisa mengganggu lalu lintas di pantura. Salah satu cara adalah memasang pembatas di tengah jalan sehingga pedagang yang akan ke pasar itu tidak bisa seenaknya menyeberang. Lain lagi yang dilakukan Polres Brebes. Menurut penuturan Kasatlantas AKP Dodi, untuk mengatasi pasar tumpah di wilayahnya telah ada rapat koordinasi Polres dengan Pemda. Ditangkap Hasilnya, Pemkot menyosialisasikan kepada para pedagang agar tidak berjualan di tempat yang terlarang. Setelah sosialisasi, kemudian penindakan. Mereka yang nekat berjualan di tepi jalan langsung ditangkap dan diproses hukum sebagai pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Operasi itu sudah dilakukan beberapa hari dan kini hasilnya dapat dilihat. Pedagang tidak akan lagi tumpah di jalan yang bisa memacetkan arus lalu lintas. Berkaitan dengan pos terpadu itu, ujar Kasubdit Lalin Direktorat Perhubungan Darat Ir Hotma Simanjuntak, adalah percontohan bagi daerah lain. ''Bahkan, adanya informasi tentang arus lalu lintas di Jateng yang sudah bisa dilihat di internet cukup memuaskan,'' katanya. Bagaimana dengan persediaan bahan bakar? Menurut keterangan Kepala Hiswana Migas Wilayah Tegal Ony F, persediaan tidak masalah. (Trias Purwadi-19j) |