| Jumat, 14 Oktober 2005 | PANTURA |
Ribuan Warga Kepung Rumah CarikBREBES - Ribuan warga Desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes kemarin mengepung rumah carik atau sekretaris desa setempat. Hal itu terkait dengan dugaan manipulasi pendataan warga miskin penerima dana kompensasi BBM. Mereka menilai, hasil pendataan itu tidak akurat karena banyak warga miskin yang belum terdaftar. Warga berkumpul di depan rumah Carik Petunjungan Wahudi sejak pukul 06.30. Tidak mendapati orang yang dimaksud, mereka bergerombol dan mengepung rumah tersebut. Bahkan, hingga pukul 10.30 warga masih tetap berjaga-jaga di rumah yang ditinggalkan pemiliknya itu. Menurut perkiraan sejumlah warga, Wahudi berada di rumah salah seorang kakaknya di Dukuh Ringin. Dia pergi dari rumah diduga sudah mendengar akan didatangi warga. Pasalnya, istrinya yang bernama Haryati menjadi salah seorang petugas pendata warga miskin. Dengan demikian, warga menganggap dia bertanggung jawab. Suasana memanas terjadi ketika warga mulai kehilangan kesabaran. Mereka berteriak-teriak dan meminta Carik turun dari jabatannya. Selain itu, mereka juga meminta agar semua warga yang belum terdata sebagai penerima dana kompensasi BBM dapat segera didata ulang dan memperoleh bantuan. Menurut penilaian salah seorang warga, Slamet (43), dari sejumlah warga yang menerima dana konpensasi BBM justru mampu secara ekonomi. Sebaliknya, warga yang miskin tidak termasuk dalam pendataan. Kondisi demikian diperparah lagi dengan adanya dugaan sejumlah kerabat Carik ikut menerima bantuan. Selain itu, warga juga menanyakan distribusi kartu penerima subsidi BBM yang tidak transparan. Baru Dibagikan Pasalnya, hingga satu jam menjelang pencairan dana di kantor pos, sebagian kartu baru dibagikan. Dengan demikian, warga mengira ada tambahan alokasi kartu. Suasana mulai reda ketika Kepala Desa Topari dan satu peleton Dalmas tiba di lokasi. Mereka berusaha menenangkan warga dan meminta agar tidak berbuat anarki. Topari mengemukakan, pihaknya berusaha mengakomodasi kepentingan warga. Namun, proses pendataan sudah berlangsung sehingga yang bisa pihaknya lakukan hanyalah mendata ulang penerima dana kompensasi tahap kedua. Dia menyebutkan, jumlah keluarga miskin di wilayahnya sangat banyak. Dari 2.400 keluarga yang ada, 2.000 di antaranya miskin. Namun, dalam penyaluran dana kali ini hanya 1.285 keluarga yang menerima. Karena itu dia berharap, warga yang memperoleh bantuan mau berbagi dengan warga miskin yang tidak terdata. Sementara itu, begitu mendengar kejadian tersebut Bupati Brebes H Indra Kusuma segera memerintahkan Camat Bulakamba Suhartono untuk mendata warga yang belum menerima dana kompensasi BBM. Batas waktunya hingga 31 Oktober. (H17-19j) |