| Jumat, 14 Oktober 2005 | WACANA |
Surat PembacaBom Bali II dan Transfusi DarahMengikuti perkembangan musibah ledakan bom Bali II, rasanya terenyuh akibat meninggalnya korban yang demikian banyak. Seorang pramusaji kafe Raja's asal Jatim menderita luka bakar di sekujur tubuh. Yang paling saya sayangkan dia tak tertolong nyawanya gara-gara susah mencari donor darah sesuai keterangan keluarga. Mengapa di Bali sulit mencari darah. Padahal pascaledakan banyak relawan PMI yang ikut mengevakuasi. Apakah minimnya informasi atau karena panik. Saya dan teman-teman yang tinggal di desa saja sudah bisa mendirikan paguyuban donor darah sukarela. Mari hidup kita ini dapat menghidupi insan yang lain. Dharma Setyanto *** BBM= Benar-benar Melarat Luar biasa kenaikan BBM kali ini. Solar naik lebih dari 100 persen, minyak tanah lebih gila lagi, 180 persen. Saya pa-ham dengan dalih pemerintah sebagai alasan "pembenar". Hanya saja, nurani saya tetap tidak paham manakala melihat jutaan buruh tani yang bekerja sejak pagi sampai sore hanya menerima upah Rp 10.000/hari. Nalar saya tidak paham manakala melihat ratusan ribu kuli-kuli bangunan yang bekerja keras membanting tulang di tengah terik matahari dengan upah Rp 15.000/hari. Hati saya tidak tega manakala melihat jutaan buruh pabrik tekstil yang dibayar Rp 350 ribu/bulan dan masih selalu diteror ancaman PHK karena pabrik nyaris kolaps dihantam badai naiknya ongkos produksi. Dengan hitungan matematika model apa saja, hal yang mustahil mengharapkan penghasilan mereka itu sanggup menghidupi diri dan keluarganya. Sementara semua tahu, kenaikan harga BBM pasti berimbas pada naiknya semua kebutuhan hidup. Pemerintah boleh saja menaikan BBM 1.000 persen, tapi tolong naikan daya beli masyarakat 1.000 persen juga. Kasihan rakyat. Harga BBM memakai standar harga Amerika, sementara patokan gaji tetap standar Indonesia. Duh, Gusti Allah, paringana kekiyatan... Joko Suprayoga JI Raya Sapen 99 Sukorejo, Kendal *** PDAM Tlogosari Saya pelanggan PDAM Tlogosari Semarang yang tiap bulan membayar Rp 80 ribu s.d Rp 120 ribu. Tetapi alangkah terkejutnya ketika mendapat tagihan bulan September sebesar Rp 550 ribu. Sangat tidak masuk akal karena pemakaian air di tempat saya hanya untuk 4 orang. Karena keanehan itu, saya komplain ke PDAM Tlogosari. Tetapi yang saya dapatkan bukannya penjelasan namun Bagian Pengaduan malah menyarankan saya mengecek meter bersama petugasnya. Itupun tidak gratis sebab saya dikenai biaya Rp 40 ribu hanya untuk cek meter saja. Saya juga disarankan meneliti apakah ada kebocoran pada pipa dan setelah diteliti terbukti tidak ada masalah. Yang saya sesalkan Bagian Pengaduan tidak bersikap ramah. Ketika saya minta tolong meneliti mereka tidak mau. Pelayanan seperti apa ini. Apakah semua PDAM seperti itu atau cuma di Tlogosari. Tolong petugas yang lain kalau bisa meneliti agar saya tidak bolak-balik ke PDAM Tlogosari. Saya malas mengingat pelayanan yang meremehkan orang lain. Arif Imanuddin Kauman Raya 53 Palebon, Semarang *** SD Anjasmoro 01- 02 Menanggapi Surat Pembaca Sdri Novi Wulandari, 7 Oktober 2005 tentang ''SD Anjasmoro'' Semarang, saya mengklarifikasi sbb: Sebagai orang yang empati perkembangan anak, tentu secara arif bisa Anda datang ke sekolah (tidak lewat telepon) untuk konfirmasi agar akar permasalahan menjadi lebih jelas. Tulisan Sdri sudah menyangkut wilayah delik pencemaran nama baik institusi SD ini yaitu tuduhan guru memukul, menampar, menendang siswa yang ternyata tidak terjadi tindakan semacam itu. Ada kejanggalan atas tulisan itu di antaranya: Pertama, menyebutkan SD Puri Anjasmoro 1-2, setahu saya yang ada SD Anjasmoro 01- 02. Kedua, Sdri mengatakan tidak ada guru lain di saat itu (kegiatan jalan-jalan ke1as.I s.d VI), hal ini juga tidak mungkin terjadi karena jumlah ratusan siswa hanya dipandu seorang guru olahraga saja. Ketiga, Sdri menuliskan kata menampar, menendang, memukul pada siswa. Kenyataannya guru hanya memarahi dan mendorong kepala siswa dengan posisi memegang HP. Keempat, Sdri serta merta keluar dari ruang kerja dan bersitegang dengan guru olahraga, apa di kantor Sdri sudah tidak ada pekerjaan. Siapa pun akan sepakat dan tidak ingin ada kekerasan pada siswa. Munculnya sikap emosional yang dilakukan guru, suatu hal yang wajar. Sebab guru adalah manusia biasa yang tentu punya kekhilafan dan kesalahan. Sikap keras yang dilakukan guru terhadap anak didiknya seyogianya disikapi dengan lapang dada dan proporsional. Jangan hanya melihat dan meneropong tindakan sisi negatif seorang guru dari sebelah mata ketika guru memarahi siswa. Kabid.Kesiswaan Agus Sutrisno SPd *** Tentang Virgo Travel Masalah pelayanan Virgo Travel yang menimpa saya beberapa waktu lalu, hanya faktor kesalahpahaman. Saya dan pihak travel sudah menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan. Virgo Travel langsung tanggap dan mendatangi saya secara ramah. Omar Izhar Amd Jl Keranji 60, Semarang *** Private dan Les Private atau les-lesan pada awalnya bertujuan untuk menambah waktu belajar bagi siswa yang tidak cukup bila hanya memperoleh materi pelajaran di bangku sekolah. Kehadirannya dianggap menambah pendalaman materi pelajaran sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran. Tapi melihat kenyataan saat ini, private dan les-lesan menjadi tren baru untuk mencari tambahan penghasilan yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek keadilan bagi siswa. Kegiatan yang dilakukan guru terhadap muridnya tersebut membebani siswa terutama yang berekonomi pas-pasan. Hal ini memberi peluang perlakuan yang tidak adil, sebab tidak semua siswa bisa mengikuti kegiatan tersebut. Saya sangsi jika guru bisa berlaku adil dalam memberikan nilai hasil belajar antara murid yang ikut dan yang tidak ikut les. Saya menduga akan ada penurunan minat belajar siswa berekonomi lemah atas perlakuan guru yang memang punya peluang berbuat tidak adil meski ada standar penilaian baku. Di beberapa se-kolah swasta favorit di Kota Semarang, guru dilarang memberi les muridnya di luar sekolah. Tetapi mayoritas siswanya ikut les di berbagai lembaga pendidikan atau pada guru dari sekolah lain. Ternyata mutu sekolah tersebut terus meningkat. Model ini kiranya perlu dicontoh oleh semua sekolah agar kualitas lulusan dapat ditingkatkan dengan tetap memperhatikan prinsip keadilan. Unek-unek ini tidak untuk menyinggung perasaan rekan guru yang memberi private dan les muridnya di rumah. Parmin MPd Sitimulyo Rt 6/Rw 4 Pucakwangi, Pati *** Soal Sinyal Indosat Sehubungan Surat Pembaca saya 9 Oktober 2005 tentang sinyal Indosat di Kayen Pati, pihak Indosat langsung menangapi dan mengklarifikasi bahwa BTS Kayen sudah on air sejak 4 Oktober 2005. Kini sinyal Indosat kuat dan jelas diterima di daerah saya sehingga warga desa bisa berkomunikasi dengan lancar. Dengan demikian masalah tersebut terselesaikan dengan baik dan saya tetap menggunakan kartu Mentari karena memberikan banyak keuntungan serta kemudahan. Terima kasih atas respon yang begitu cepat dalam menanggapi keluhan pelanggan. Murdianto Kayen Rt 1/Rw 1 Kayen, Pati *** |