logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Oktober 2005 INTERNASIONAL
Line

Dramawan Inggris Raih Nobel Sastra

STOCKHOLM - Dramawan Inggris Harold Pinter (75) secara mengejutkan meraih penghargaan Nobel Sastra, Kamis kemarin. Dia selama ini dikenal sebagai spesialis dialog minikata dan kebungkaman yang menekan.

Di samping itu, putra penjahit Yahudi ini juga pengecam sengit invasi pimpinan AS terhadap Irak. Pinter adalah salah seorang dramawan terkenal Inggris. Dua karyanya, ''The Birthday Party'' dan ''The Caretaker'', membuat namanya disegani.

Warga London ini piawai menulis dialog yang menyindir nafsu duniawi dengan pilihan kata yang amat sinis. Tak heran, banyak pengamat seni menjuluki dialog sinis itu ''Pinteresque''.

Kepala Akademi Swedia Horace Engdahl menyebut Pinter sebagai ''tokoh yang sangat bermartabat'' dalam kesenian drama Inggris pada paro kedua abad ke-20.

Pinter mengatakan kepada Reuters bahwa dia sangat tersanjung atas penghargaan Nobel itu.

''Saya tak pernah membayangkannya. Saya jadi terlonjak gembira karenanya. Sungguh, saya tak pernah menduga sama sekali.''

Ketika ditanya mengapa dia menang, Pinter menjawab: ''Entahlah.''Kritikus mengatakan, kemenangan Pinter itu memang tak terduga. Namun, dia layak mendapatkan hadiah 10 juta crown (sekitar Rp 13 miliar) itu.

Anti-Amerika

Inilah penghargaan Nobel kedua yang jatuh ke tangan orang-orang anti-Amerika. Sebelumnya, Nobel Perdamaian diberikan kepada badan nuklir PBB dan pemimpinnya Mohammed ElBaradei.

Washington mengecam keputusan Akademi Swedia memberikan Nobel Perdamaian kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tersebut.

Dramawan Inggris itu juga dikenal sebagai juru kampanye hak asasi manusia. Dia menjuluki pemerintahan Presiden AS George W Bush sama dengan Nazi. Dia juga mengatakan, PM Inggris Tony Blair pembunuh massal. Sebab, keduanya menginvasi Irak dan menimbulkan puluhan ribu korban sipil.

Dunia teater memuji pemberian penghargaan Nobel kepada Pinter. ''Dia sepenuhnya layak menerima penghargaan itu. Saya sangat terharu bahagia. Sebagai penulis, dia telah berbakti selama 50 tahun,'' kata Tom Stoppard, dramawan besar lainnya dari Inggris.

Dramawan Alan Ayckbourn mengatakan, Akademi Swedia telah memilih orang yang tepat sebagai penerima penghargaan itu.(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA