| Jumat, 14 Oktober 2005 | INTERNASIONAL |
Kabinet Baru Jerman TerbentukBERLIN - Pemerintahan koalisi besar Jerman terbentuk, Kamis kemarin. Kubu Demokrat Sosial (SPD) memilih Frank-Walter Steinmeier (49), sekutu dekat Gerhard Schroeder, untuk menduduki jabatan menteri luar negeri. Selain itu, SPD juga menunjuk pakar ekonomi Peer Steinbrueck untuk jabatan menteri keuangan. Sementara Ketua SPD Franz Muentefering diposisikan menjadi menteri tenaga kerja dan wakil kanselir. Steinmeier menjadi kepala staf Kanselir Schroeder sejak 1999. Dia relatif kurang dikenal dalam pentas politik nasional. Namun, SPD yakin dia cocok untuk jabatan menteri luar negeri. SPD akan mengisi separo dari 16 jabatan dalam kabinet yang akan dipimpin Angela Merkel dari aliansi Uni Demokrat Kristen (CDU) dan kembarannya Uni Sosial Kristen (CSU). Pembentukan kabinet itu didasarkan pada kesepatan koalisi besar yang dicapai Senin lalu. Ini merupakan koalisi besar antara kubu kanan tengah (CDU/CSU) dan kiri tengah (SPD) yang pertama sejak 1960-an. Koalisi itu dibentuk karena CDU/CSU hanya unggul tipis atas SPD dalam pemilu 18 September. Akibatnya, masing-masing kubu tidak punya dukungan yang memadai untuk membentuk pemerintahan. Karena itu, kedua kubu melakukan perundingan untuk berkoalisi. Jika perundingan tersebut berhasil, maka Merkel akan menggantikan Schroeder sebagai kanselir. Diperkirakan, negosiasi-negosiasi akan berlangsung sampai November mendatang. Perdebatan Alot Sejauh ini, kubu konservatif baru menyebut nama Edmund Stoiber untuk menduduki jabatan menteri perekonomian dan teknologi. Stoiber adalah ketua CSU. Merkel diperkirakan akan mengumumkan nama-nama calon menteri lainnya, Senin (17/10). Calon-calon menteri lainnya yang diusulkan oleh SPD meliputi Ulla Schmidt (menteri kesehatan) dan Brigitte Zypries (menteri kehakiman). Kemudian, Sigmar Gabriel, eks menteri utama Negara Bagian Lower Saxony, dicalonkan sebagai menteri lingkungan. Wolfgang Tiefensee, Wali Kota Leipzig, sebagai menteri transportasi. Dengan sistem bagi-bagi jabatan dalam pembentukan pemerintahan baru itu, kabinet diperkirakan akan diwarnai perdebatan alot untuk merumuskan suatu kebijakan. Apalagi, kedua kubu memiliki pandangan ideologis yang berbeda. Steinmeier akan menggantikan Joschka Fischer. Pengaruh Fischer dalam kebijakan luar negeri Jerman menjadi terbatas dalam tahun-tahun terakhir pemerintahan Schroeder. Pasalnya, Schroeder saat itu sangat tertarik mengurusi masalah-masalah luar negeri. Dia menggunakan sejumlah penasihat untuk urusan luar negeri.(rtr-ben-26) |