logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Oktober 2005 INTERNASIONAL
Line

Kematian Kanaan Timbulkan Kontroversi

BEIRUT - Menteri Dalam Negeri Suriah Ghazi Kanaan menembakkan pistol ke dalam mulut sehingga peluru menembus otaknya. Dia tewas seketika. Demikianlah cerita yang berkembang mengenai kematian sang menteri. Namun banyak pihak di Lebanon dan Suriah meragukan kebenaran cerita seperti itu.

Kanaan pernah bertugas di Lebanon. Dia mengakhiri hidupnya, Rabu lalu. Tiga pekan sebelumnya, dia diperiksa oleh tim PBB yang menyelidiki kasus pembunuhan eks PM Lebanon Rafik al-Hariri.

Sebagian kalangan di Lebanon curiga Suriah terlibat dalam pembunuhan Hariri. Kematian Hariri pada Februari lalu menyulut gelombang protes yang memaksa Damaskus mengakhiri kehadiran militernya di Lebanon. Tentara Suriah berada di Lebanon selama 29 tahun.

''Apakah Kanaan dibunuh atau bunuh diri?'' demikian berita utama harian Lebanon Al-Mustaqbal milik keluarga Hariri.

''Kamunitas politik meragukan kebenaran cerita Suriah itu. Apakah Kanaan benar-benar bunuh diri atau dibinasakan karena dia menjadi saksi kunci kasus pembunuhan Hariri?'' tulis koran tersebut.

Kanaan tewas sepekan menjelang ketua tim penyidik PBB Detlev Mehlis melaporkan temuan-temuannya tentang pembunuhan Hariri. Damaskus berulang kali membantah terlibat dalam pembunuhan Hariri.

Misterius

Kematian Kanaan mengingatkan orang pada kasus bunuh diri PM Suriah Mahmoud Zu'bi pada 2000. Dia mengakhiri hidupnya sebelum aparat keamanan menangkapnya dalam kasus korupsi.

Dua kematian tersebut diselimuti ''keadaan yang misterius''. Sebagian kalangan di Suriah mengatakan, Kanaan merasa dikhianati menyusul kematian Hariri, yang berpuncak pada penarikan mundur tentara Suriah dari Lebanon April lalu.

Kanaan pernah menjadi pejabat tinggi Suriah di Lebanon selama 20 tahun. Sekitar satu jam sebelum bunuh diri, dia memberikan komentar melalui telepon kepada sebuah radio Lebanon. Dia menekankan bahwa dia bekerja untuk Lebanon dengan sepenuh hati dan kejujuran.

Di ujung komentarnya, dia mengatakan: ''Saya kira, inilah pernyataan terakhir saya.''

Anggota Parlemen Suriah Mohammed Habash mengatakan, Kanaan tidak menunjukkan tanda-tanda tertekan saat dia menghadiri rapat kabinet, Selasa lalu. Habash menambahkan, cerita versi pemerintah tentang kematiannya tidak dapat dipercaya.

Ali Sadreddin al-Bayanuni (ketua Ikhwanul Muslimin, organisasi terlarang di Suriah) dan mantan kepala intelijen militer Lebanon Johny Abdou memiliki pendapat senada. ''Orang seperti Kanaan tidak mungkin bunuh diri,'' kata Abdou, dalam wawancara televisi.

Namun pemimpin kaum Druze Lebanon Walid Jumblatt mengatakan: ''Jika dia bertanggung jawab atas kematian Hariri, dia telah bertindak benar dengan melakukan bunuh diri.''(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA