logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Oktober 2005 EKONOMI
Line

UKM Mulai Gunakan Briket Batubara

  • Pengganti Minyak Tanah

SEMARANG-Kalangan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jateng kini mulai beralih menggunakan briket batubara sebagai bahan bakar produksi menggantikan minyak tanah yang harganya naik 100% lebih. Penggunaan briket ini selain lebih efisien, produknya juga mudah diperoleh.

''UKM yang sudah beralih menggunakan briket ini antara lain bergerak di sektor peternakan, kerajinan dan produksi bahan makanan seperti UKM tahu-tempe,'' ujar Andri Hidayatman, Manajer Pengembangan dan Pemasaran PT Bukit Asam sebagai produsen briket batubara, kemarin,

Andri menambahkan dari sisi kalori, briket ini lebih tinggi jumlahnya. Jika minyak tanah kandungan kalorinya sekitar 500 per liter, maka dalam briket ini mencapai 900 kalori setiap kilogramnya.

Dengan demikian, secara teknis bisa lebih hemat dibanding dengan minyak tanah.

''Briket ini sangat cocok untuk penggunaan produksi yang membutuhkan nyala api lebih dari 2 jam,'' jelasnya.

Oleh sebab itu, Andri menyatakan, pihaknya optimistis setelah kenaikan harga BBM ini, UKM akan makin banyak yang menggunakan briket. Apalagi, selain harganya terjangkau ketersediaan bahan bakunya sangat melimpah.

''Bahan baku yang ada diperkirakan bisa untuk 150 tahun. Jadi, tidak ada masalah dengan pasokan,'' tambahnya.

Mengenai belum berkembangnya pemasaran briket selama ini, ia menyatakan, faktor utamanya adalah harga minyak tanah saat itu jauh lebih murah dari briket yakni Rp 700 per liter. Padahal, harga briket rata-rata Rp 1.300 per kg sampai di tangan konsumen.

Dia menyebutkan, saat ini kapasitas produksi terpasang yang dimiliki Bukit Asam sebanyak 105.000 ton per tahun, sementara yang sudah digunakan hanya 26.000 ton per tahun. Artinya, ada kemampuan yang belum dioptimalkan mengingat terbatasnya pasar.

Fokus Pembahasan

Pemanfaatan energi alternatif berupa briket batubara dan buah jarak sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi yang membahas energi alternatif dan kelistrikan yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, kemarin.

Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, rapat membahas secara rinci masalah pemanfaatan energi alternatif untuk pembangkit listrik, untuk rumah tangga, untuk transportasi dan untuk industri.

Dalam satu bulan ke depan para menteri yang ditugaskan menangani pemanfaatan energi alternatif itu harus menyelesaikan seluruh rencana aksi di bidangnya masing-masing.

Sementara itu, Dirut PLN Edie Widiono mengatakan, pihaknya akan membangun pembangkit-pembangkit berbahan bakar batu bara yang nantinya akan membuat beban PLTD yang menggunakan BBM menjadi menurun.

Sementara itu, untuk memasyarakatkan penggunaan batubara sebagai bahan bakar alternatif, CV Selani Sarayu dengan Primkopti Semarang Barat mengadakan sosialisasi dan demo penggunaan briket untuk industri tahu dan tempe di aula Primkopti Semarang Barat. CV Selani adalah distributor briket di Semarang di Jalan Ketileng Indah Blok H 106. (mhr,ant-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA