logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Oktober 2005 EKONOMI
Line

Rekening Pemerintah Tambah Rp 15 Triliun

  • Hasil Penerbitan Global Bond

JAKARTA- Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan menguat di bawah Rp 10.000 per dolar AS pada kisaran Rp 9.500-Rp 9.800, menyusul masuknya dana hasil penerbitan global bond Rp 15 triliun.

''Tidak tertutup kemungkinan nilai Rupiah akan menguat hingga mencapai level sekitar Rp 9.800 per dolar AS,'' ungkap Menko Perekonomian Aburizal Bakrie sebelum buka puasa bersama di Graha Swala Gedung Depkeu, kemarin.

Menurut dia masuknya dana itu akan memperkuat cadangan devisa. Pemerintah juga berharap dana ini bisa menjaga kelangsungan fiskal negara.

Di tempat sama, Rahmat Walujanto, Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara (SUN) Ditjen Perbendaharaan Depkeu mengungkapkan, dana dari penerbitan obligasi internasional dengan nominal 1,5 miliar dolar (sekitar Rp 15 triliun) masuk ke rekening pemerintah di Bank Indonesia (BI).

''Sudah masuk ke rekening pemerintah di BI.''

Diskon

Dia mengakui tidak seluruh dana sebesar 1,5 miliar dolar AS masuk ke rekening pemerintah di BI karena pemerintah juga memberikan diskon atas penerbitan global bond itu.

''Saya belum tahu angka pastinya yang masuk ke rekening pemerintah di BI yang jelas nominal penerbitannya 1,5 miliar dolar AS,'' katanya.

Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, dana dari global bond harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka manajemen fiskal dan untuk menjaga adanya keberlangsungan fiskal.

''Dana itu juga untuk menutup defisit. Selain itu dengan harga minyak internasional yang tinggi, maka kondisi APBN menjadi sangat terkontrol,'' tuturnya.

Dukungan pendanaan dari global bond, menurut Jusuf, juga akan diperkuat dengan adanya pembiayaan dari lembaga pembiayaan internasional yaitu Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Dunia dengan beberapa pinjaman programnya.

''Dukungan berupa setoran dari PPA juga sudah masuk dengan terpenuhinya target tahun 2005 sebesar Rp 5 triliun. Saya masih menunggu hasil privatisasi BUMN sebesar Rp3,5 triliun,'' ungkapnya.(bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA