logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 13 Oktober 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Untuk Presiden

Saya rakyat kecil sangat dan sangat bangga kepada Presiden dan Wakilnya. Beliau figur yang tampan, gagah, berwibawa. Buktinya bisa menaikkan harga BBM lebih dari 100 %. Ayo betul apa tidak...?

Noor Syariah

Jl Tambra Dalam IV, Semarang

***

Keamanan Bagasi

Kejadian ini untuk kali kedua saya alami di maskapai penerbangan Adam Air. Pertama, saat penerbangan Medan-Semarang pertengahan Juli 2005. Sampai di Semarang satu bagasi saya hilang. Untung isinya cuma makanan. Saya lapor ke petugas dan mendapat uang pengganti walau jumlahnya tidak sebanding dengan harga makanan yang hilang.

Kejadian kali kedua berkaitan terjadi 13 September 2005 pada penerbangan dari Medan ke Jakarta. Saat pengambilan bagasi, ada hal yang aneh. Kunci koper sudah berpindah tempat tapi saya tidak berpikiran negatif. Namun ternyata kamera digital yang saya letakkan di antara baju telah raib.

Saya menghubungi bagian klaim dan head office Adam Air Jakarta tapi seharian tidak diangkat. Kemudian klaim ke kantor cabang Medan, tetapi mereka mengatakan tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan barang yang ada di dalam koper.

Saya protes, jika koper tidak dibongkar oleh oknum pegawai entah itu dari Adam Air atau oknum lainnya, tentu kamera saya tidak hilang. Seperti itukah layanan yang Adam Air berikan. Sebagai maskapai penerbangan yang besar seharusnya mereka lebih memperhatikan keselamatan penumpang dan juga keamanan bagasi.

Vina Aprilianti

Jl Durian Utara III/18, Semarang

***

Tipuan lewat SMS

Masih sering juga ada korban penipuan SMS dengan dalih mendapat hadiah, yang akibatnya justru jutaan rupiah diambil dari rekening korban. Saya amati kebanyakan korbannya wanita yang secara psikologis memang lebih mendahulukan emosi daripada nalar (maaf).

Sehingga begitu menerima berita mendapat hadiah maka tanpa berpikir lebih lanjut langsung menanggapi. Untuk itu tidak ada salahnya kita selalu wanti-wanti kepada anggota keluarga, teman dan kerabat agar tidak usah melayani bila mendapat SMS seperti itu.

Saya ada pengalaman tentang SMS hadiah ini. Sudah sering menerima SMS namun tak pernah saya tanggapi. Nah, beberapa waktu lalu saya dapat SMS lagi dan iseng-iseng saya tanggapi dengan menghubungi nomor yang tercantum. Di seberang sana terdengar suara laki-laki memperkenalkan diri sebagai pimpinan Telkomsel.

Inti pembicaraan saya dapat hadiah uang dan voucher. Ketika dia mulai menanyakan nomor rekening bank dan nomor PIN, saya langsung menimpali: "Iho mau kirim uang tidak perlu nomor PIN, tinggal kirim. Mau kirim uang atau ambil uang saya ?".

Baru saya selesai bicara, langsung terdengar sumpah serapahnya yang kotor. Nama-nama binatang keluar semuanya. Ya memang profesional, daripada didahului dia mendahului menyumpah-nyumpah dan kini dia punya jurus untuk menyumpahi lebih dulu.

Eko Martiyantono

JI Penyu II/C19, Ungaran

***

Penguasa Munafik

Dalam Surat Al-Baqaroh, menyebutkan ciri-ciri orang munafik adalah, kalau berbicara bohong, kalau berjanji dia ingkar dan kalau dipercaya khianat. Setelah saya renungkan, sepertinya inilah sekarang para pejabat/pemimpin negeri ini.

Betapa tidak, setiap baca koran selalu ada pejabat yang jadi tersangka korupsi. Kemarin dari daerah A, hari ini daerah B dan besok daerah lain lagi. Apakah korupsi ini memang sudah merata di seluruh Indonesia?

Bukankah pemerataan kesejahteraan sosial yang dicita-citakan, tetapi mengapa justru pemerataan korupsi yang terjadi. Padahal mereka kaum intelek tapi mengapa moralnya seperti orang munafik.

Mereka jadi calon pejabat bukan bermodal kemampuan intelektual dan kepedulian terhadap rakyat dan negara.

Justru motivasinya mencari kerja/duit (bisnis/dagang). Makanya ketika mencalonkan diri, mereka rela mengeluarkan uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk kampanye dan membeli suara pendukung.

Akibatnya setelah menjadi pejabat, berusaha keras mengembalikan modalnya dengan cara korupsi.

Inilah yang saya katakan mereka berbohong tak sesuai janji dan menghianati kepercayaan rakyat. Korupsi, terjadi bukan hanya dalam lingkup struktural saja, para pejabat BUMN dan BUMD juga tidak mau kalah munafiknya. Mereka memperkaya diri sendiri dengan cara menyelundupkan komoditi yang dikelolanya.

Contoh, kasus Pertamina yang baru saja dibongkar. Selama ini banyak pejabat yang menzalimi rakyatnya sendiri. Karenanya jangan heran jika krisis ekonomi tak kunjung berakhir. Untuk mengatasi, harga pejabat yang terindikasi korupsi disegel, kemudian diklarifikasi Tipikor.

Bila tidak dapat menunjukkan asal usulnya maka seluruh harta pejabat tersebut disita untuk negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Masihkah ada harapan untuk kembali menjadi bangsa bermartabat? Sepertinya hal itu tidak akan dapat terwujud jika pemegang kekuasaan dari golongan munafikin.

Daryoso

Jl Tusam 1396 Semarang

***

B B M = Bangsaku Bertambah Miskin

BBM artinya bahan bakar minyak yang merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan masyarakat. Tetapi kini sering diplesetkan, BBM sebagai Bangsaku Bertambah Miskin.

Hal ini terbukti rakyat makin miskin sehingga ada Raskin (beras untuk warga miskin), kartu miskin untuk mengambil dana kompensasi BBM.

Bayangkan, kenaikan BBM yang lebih dari 100 % dapat melumpuhkan perekonomian rakyat golongan menengah ke bawah. Kasihan para nelayan yang tak dapat melaut, karyawan pabrik yang terkena PHK, sopir yang tak dapat mengejar setoran dan sebagainya.

Padahal kini mendekati hari Lebaran, Natal dan Tahun Baru yang biasanya merupakan kesempatan untuk mremo setahun sekali. Maka lengkaplah sudah penderitaan rakyat kecil akibat kenaikan BBM dan harga semua barang melonjak menjelang Hari Raya, Natal dan sebagainya.

Saya segelintir rakyat kecil yang ikut menanggung penderitaan ini mengharap kepada para pemimpin bangsa agar memperhatikan nasib rakyatnya yang kehidupannya makin terhimpit. Semoga arti BBM kelak dapat diubah menjadi Bahagiakan Bangsaku Mendatang.

Soegiatno

Jl Padi Utara III/Blok K 92, Semarang.

***

Polres Kebumen

Di Polres Kebumen terjadi penyimpangan/pungutan liar di bagian SIM dan SKCK. Pemohon SKCK ditarik administrasi Rp 5.000 oleh Bagian Legalisasi dan Rp 6.000 untuk Bagian Sidik Jari. Bagi pencari SIM diminta melakukan transaksi kepada calo atau langsung dengan petugas dalam.

Caranya, menyerahkan foto ukuran 5 R dan data pribadi dengan membayar Rp 220.000 s.d Rp 250.000 (pemohon tidak perlu difoto dan tinggal ambil 1 s.d 3 hari kemudian). Juga tidak ikut tes tertulis maupun praktik.

Bagi pemohon yang tidak lulus 2 kali, ditawari lewat belakang yaitu 1 atau 2 hari setelah mendaftar, baru difoto di luar jam dinas yaitu pagi sebelum 07.00 dan sore setelah jam kantor. Rincian untuk mendapatkan SIM Rp 200.000 s.d Rp 250.000 sebagai kelulusan ganti ujian teori dan praktik. Pemeriksaan dokter masih membayar Rp 15.000.

Sesuai Bapak Kapolda sampaikan, biaya membuat SIM Rp 75.000 telah dinaikkan menjadi Rp 200.000 s.d Rp 250.000. Untuk pembuatan SKCK sesuai aturan tidak dipungut biaya alias sukarela, kenyataannya ditarik Rp 11.000,

Dengan adanya biaya siluman tersebut, mohon Bapak Kapolda menindaklanjuti sebab petugas yang mencari keuntungan pribadi/kelompok telah mencemarkan nama baik kepolisian.

Drs Miftahul Ulum

Kaleng Rt 1/Rw 2 Puring, Kebumen


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA