| Kamis, 13 Oktober 2005 | NASIONAL |
Mengheningkan Cipta 202 Detik
BALI - Puluhan orang yang tergabung dalam Isyana Dewata (istri dan suami dewata) berikut kerabat atau keluarga korban Tragedi Bom Bali I hadir di lokasi peringatan tiga tahun di sekitar ground zero. Lokasinya terletak antara Sari Club dan Paddy's Pub Jalan Legian, Kuta, Bali. Dengan mengenakan pakaian adat, mereka khidmat mengheningkan cipta 202 detik. Hitungan detik ini menyimbolkan jumlah korban yang meninggal. Setelah itu, peletakan karangan bunga dilakukan yang diawali oleh Menlu Australia Alexander Downer diikuti Wakil Gubernur Bali I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan, Kapolda Bali I Made Mangku Pastika, dan beberapa duta besar lain serta disusul oleh Isyana Dewata. Di kolam depan monumen Bom Bali I diletakkan bunga mawar. Suasana duka menyelimuti upacara peringatan itu. Kebanyakan anggota Isyana Dewata menangis ketika memandang nama para anggota keluarga atau kerabatnya yang terpahat pada monumen korban tragedi tersebut. Salah seorang anggota keluarga korban, Natalie Juniardi, menangis terisak-isak ketika berada di depan monumen. Warga Australia yang telah menjadi WNI ini dahulu bersuamikan Juniardi, WNI yang tewas ketika berada di Sari Club. Natalie memiliki dua anak. Dia meminta pelaku peledakan, Amrozi dan kawan-kawan, segera dieksekusi. "Supaya kami bisa maju dan menangkap pelaku Tragedi Bom Bali II. Hal itu tentu akan mengobati luka kami," ucapnya lirih. Janji Downer Ni Luh Ermiyati yang suaminya tewas, bersama dua orang anaknya hadir dalam peringatan itu. "Saya sangat sedih, ternyata ada bom lagi. Saya semakin khawatir, seakan-akan bakal terjadi bom lagi. Saya berharap, pemerintah bisa menjaga keamanan dan perekonomian Bali," harapnya sambil terisak-isak. Dalam kata sambutannya, Downer berjanji membantu Indonesia memerangi terorisme. Dia meminta Pemerintah Indonesia untuk terus mengusut tuntas pelaku peledakan Bom Bali II. "Yakinlah, kami akan selalu berada di samping Anda, teguh memerangi terorisme. Terorisme menyerang aspirasi bangsa Indonesia. Terorisme telah menjalankan ideologi kebencian dan telah dikutuk berulang-ulang oleh masyarakat di seluruh dunia," tegasnya. Ratusan orang berkumpul di lokasi ground zero itu dijaga ketat oleh aparat keamanan. Sekitar 2.000 personel yang terdiri 1.500 personel polisi dan sisanya TNI serta pecalang berjaga-jaga di hampir semua sudut sekitar ground zero. Disterilkan Aparat melakukan penjagaan berlapis di seputar Jl Legian, terutama di semua jalan tikus yang menuju jalan tersebut. Aparat beserta calang melakukan pemeriksaan secara ketat di hampir semua radius 150 meter pusat ledakan. Tampak ada tiga pos polisi yang melakukan pemeriksaan bagi orang yang ingin mengenang peledakan bom ini. Siapa pun yang masuk ke lokasi peringatan ini harus melalui metal detektor. Aparat juga menutup jalan radius 300 meter dari lokasi peringatan 3 tahun bom bali. Beberapa ruas jalan yang ditutup itu seperti Jl Legian, Jl Pantai Kuta, Jl Popies 1 dan 2, serta Jl Singosari. Sejak pukul 06.00 Wita, kawasan ground zero mulai disterilkan. Acara akan dimulai pada pukul 08.00 hingga 09.00 Wita. Setelah itu, acara peringatan kembali dilakukan pada pukul 21.00 hingga 00.00 Wita. Puluhan orang dari keluarga korban peledakan bom, baik warga negara Indonesia maupun Australia mulai berdatangan di lokasi. Diketahui, korban bom Bali I itu berasal dari 22 negara. Antara lain Australia, Indonesia, Inggris, AS, Jerman, Swedia, Belanda, Prancis, Swis, Denmark, Brazil, Kanada, Afrika Selatan, Jepang, Korea, Selandia Baru, Italia, Portugis, Polandia, Yunani, Ekuador, dan Taiwan. Australia paling banyak kehilangan warganya dalam peristiwa bom Bali, yakni 88 orang. (dtc-60j) |