| Kamis, 13 Oktober 2005 | BUDAYA |
Mendung Tak Menjadi PenghalangSEMARANG-Cuaca mendung yang menggelayut tidak menjadi penghalang bagi ratusan penonton untuk menghadiri Ngabuburit Djarum Super 2005 di Delta Taman Menteri Supeno, kemarin. Paduan hiburan musik dan siraman rohani disuguhkan mulai pukul 15.30 hingga waktu berbuka puasa. Usai Gus Tanto memberikan siraman rohani, grup nasyid DNA tampil membawakan dua buah lagu rohani. Sedangkan penggemar musik pop, R&B, dan top 40 memperoleh hiburan lewat penampilan dua grup band lokal yang sudah tidak asing lagi di belantika musik Semarang, yaitu Sugar Free dan Castle. Dalam siraman rohani, Gus Tanto yang tidak lain adalah pimpinan Pondok Pesantren Istighfar menyampaikan intisari surat Al 'Ashr. "Demi masa, sesungguhnya setiap manusia dalam keadaan merugi. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal saleh, dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.'' Menurut dia, akan merugi umat manusia yang telah menyia-nyiakan waktunya semasa hidup di dunia dengan banyak berbuat kemungkaran dan hal-hal lain yang dilarang oleh Allah. Oleh karena itu, lanjut dia, selagi masih muda manusia sangat dianjurkan untuk banyak beramal dan berbuat kebajikan. "Bagi kaum muda-mudi yang tidak ingin merugi, demi masa dan waktu, kalian haruslah pandai-pandai mengatur waktu," tegasnya. Walaupun singkat, siraman rohani itu terasa begitu menyentuh dan menjadi peneduh hati ratusan penonton yang hadir di perhelatan persembahan New Exi Production, tabloid Tren, dan Djarum Super tersebut. (H10-45) |