| Minggu, 09 Oktober 2005 | OLAHRAGA |
Khusnul YaqienKebahagiaan di Bulan RamadanBULAN Ramadhan tahun ini punya makna khusus bagi striker PSIS, Khusnul Yaqien. Ada kebahagiaan, ketenangan dan kekhusyukan lebih dalam saat menjalani ibadah puasa. Kondisi semacam itu tidak dialaminya tahun lalu. Hari-harinya di bulan suci ini dihabiskan hanya untuk beribadah dan berkumpul keluarganya. Sedangkan latihan untuk menjaga kondisi dan ball feelling tetap dilakukan meski intensitasnya kecil. Kebahagiaan itu sudah diperoleh Khusnul di hari pertama puasa. Suami dari Diana Ariyani tersebut tidak perlu menunggu lama tentang kepastian nasibnya di skuad Mahesa Jenar. Dalam negosiasi Rabu (5/10), manajemen tim langsung menyatakan akan mempertahankan mantan pemain PS Undip itu bersama 11 pemain lainnya. Padahal, tahun lalu, nasibnya tidak semulus itu. Bahkan, hampir saja tereliminasi dari tim kebanggaan warga Semarang ini. Bagaimana tidak? Di awal pembentukkan tim, namanya tidak tercantum dalam skuad yang diarsiteki Bambang Nurdianyah. Namun, di saat bersiap-siap hengkang untuk seleksi ke Petrokimia Putra, manajemen kembali memanggilnya. Kepercayaan manajemen tim itu dibalasnya dengan penampilan yang maksimal selama Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005. Hasilnya, empat gol pun mampu disumbangkan. ''Puasa kali ini lebih bermakna bagi saya dan keluarga. Hal itu membuat saya bisa lebih tenang dan khusyuk beribadah,'' terangnya. Ya, Ramadhan kali ini Khusnul bakal bisa menghabiskan waktunya bersama keluarga. Becengkrama dengan putrinya Shaafia Nayla (4 bulan) yang sering ditinggalkan, bisa dilakukan hampir setiap hari. Putri pertamanya yang mungil dan lucu itu begitu mengikat hati. Tak hanya menggendong, mengganti popok dan membuatkan susu juga dilakukan untuk buah hatinya. Di Ramadhan ini dia benar-benar menjadi seorang bapak. Bukan hanya Nayla yang mengisi harinya, sang istri pun akan selalu menemani di saat makan sahur dan buka puasa. Tak jarang, mereka menjalankan salat isya dan tarawih berjamaah bersama tetangga di musala. Momentum seperti ini memang jarang didapatkannya. Biasanya, setiap bulan Ramadan dihabiskan bersama para pemain PSIS lainnya di mess. Maklum, saat itu bersamaan dengan pembentukkan tim sehingga setiap hari harus latihan, baik teknik maupun fisik. Beruntung, di Ramadan ini, manajemen belum membentuk tim. Mereka baru sebatas mempertahankan pemain-pemain yang termasuk kerangka tim. Sedangkan untuk pelatih pun belum direkrut. Rencananya, pembentukkan tersebut baru dilakukan setelah lebaran. Tentu saja kondisi tersebut dimanfaatkan Khusnul untuk lebih memperdalam ibadah puasa. Salat Tarawih dan membaca Alquran setiap malam menjadi rutinitasnya. ''Rasanya nikmat bisa sahur dan buka puasa bersama keluarga. Ibadah pun akan lebih khusyuk,'' kata Sarjana Ekonomi Undip itu. Jaga Kondisi Meski puasa, bukan berarti aktivitasnya sebagai pemain sepak bola berhenti. Latihan rutin tetap dilakukan. Kebetulan di dekat rumahnya di Perum Griya Asri Majalengka, terdapat lapangan. Tidak begitu luas memang. Namun, cukup untuk tempat jogging dan bermain bola dengan anak-anak kampung setempat. Latihannya tidak ngoyo, tapi enjoy. Mengingat hanya sekadar untuk jaga kondisi dan mengasah ball feelling. Latihan tersebut dinilai cukup untuk mempersiapkan diri sebelum latihan resmi yang rencananya dilakukan sesudah lebaran. ''Sebagai pemain profesional saya harus jaga kondisi. Meski puasa, latihan sendiri tetap dilakukan agar kemampuannya tidak menurun,'' ujarnya. Latihan-latihan tersebut untuk menunjang penampilannya di musim depan. Paling tidak, kesempatan menjadi pemain inti dan starting line up diharapkan akan lebih terbuka. Selama ini, dia sering menjadi pemain cadangan atau spesialis babak kedua di bawah bayang-bayang Indriyanto Nugroho dan Emmanuel de Porras. Meski berat, karena Indriyanto dan Porras juga dipertahankan, Khusnul berjanji akan berusaha tampil lebih baik di musim depan. ''Saya tidak ingin selamanya menjadi pemain cadangan. Karenanya, di musim depan saya akan berusaha lebih maksimal untuk meningkatkan kemampuan,'' tandas Khusnul. (Budi Winarto-28) |