| Minggu, 09 Oktober 2005 | NASIONAL |
TeropongMenghindari Serangan TerorisTRAGEDI Bom Bali II di Pantai Jimbaran dan Cafe Raja's Bali, Sabtu (1/10) malam, meninggalkan rasa duka mendalam bagi kita semua. Ledakan yang dikabarkan sebagai bom bunuh diri itu mengakibatkan 23 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka ringan dan serius. Sementara ini tidak ada yang dapat kita lakukan terhadap para pelaku, kecuali ungkapan rasa kesal, mengutuk dan mengecam keras tindakan biadab tersebut. Untuk kesekian kali, teroris masih saja berulah. Peristiwa ini harus menumbuhkan kesadaran kita bersama, bahwa ancaman teror bisa terjadi kapan dan di man apun. Pengalaman juga membuktikan bahwa sasaran teroris selalu memilih ruang publik. Kita juga tahu, tak ada satu pun pihak yang bisa menjamin keselamatan kita. Salah satu cara yang mungkin bisa membantu adalah mengembangkan kewaspadaan dari diri kita sendiri. Takdir memang tidak mungkin bisa dielakkan oleh siapa pun, tetapi kita harus tetap berusaha memperkecil dampak serangan bom teroris dengan menghindari kemungkinan menjadi korban. 10 Tips Berikut 10 tips bagi kita untuk menghindarkan diri sebagai korban serangan teroris. 1. Kenali situasi tempat tujuan. Jika terpaksa harus hadir dan berada di tempat itu, jangan lupa membaca situasi dan kembangkan feeling sebagai tindakan berjaga-jaga. 2. Jika berada dalam situasi padat manusia, berusaha selalu pada posisi yang mudah bergerak dan jangan sampai terjebak dalam lingkaran pusat arus kepadatan. 3. Jika terpaksa dilakukan karena ada sesuatu keperluan, segera bergerak untuk ambil posisi selalu berada di pinggir. 4. Apabila berada di wilayah statis, misalnya hotel, restauran, cafe, gedung bioskop, ruang tunggu terminal, stasiun kereta api, atau bandara, jangan berada pada posisi menggerombol. Berusahalah memilih tempat yang longgar atau berada di lokasi paling sepi. 5. Hindari tempat-tempat favorit yang dikenal sebagai tempat pusat belanja, cafe, atau tempat hiburan yang ramai dikunjungi orang. 6. Ambil posisi selalu dekat dengan pintu keluar-masuk untuk memudahkan gerakan penyelamatan secara cepat. Biasanya teroris memilih posisi selalu di tengah kepadatan, sebab area itu bisa menimbulkan banyak korban. 7. Apabila terdengar suara ledakan dahsyat yang memungkinkan Anda jauh dari titik ledakan, segara ambil posisi tiarap dengan melindungi bagian kepala. Kita bisa menggunakan berbagai benda atau tangan sendiri untuk melindungi kepala, sehingga bisa mengurangi risiko luka parah akibat pecahan kaca atau tertimpa benda keras lainnya. Kemudian segera menuju ke wilayah yang lebih aman. 8. Hindari rasa panik, tetap dalam kondisi tenang, dengan sedikit melakukan gerakan pernafasan atau menutup hidung jika terdapat asap tebal. 9. Jika Anda termasuk di antara orang yang selamat, segera lakukan tindakan inisiatif bersama yang lain untuk memberikan pertolongan terhadap korban. 10. Berdoalah untuk mengingat kebesaran-Nya. Mohon perlindungan-Nya dari segala akibat fatal. Jangan Reaktif Jika berada di lingkungan tempat tinggal, seperti kampung dan perumahan, cermati kehadiran orang-orang baru di sekitar Anda. Kalau ada yang mencurigakan, segera melapor ke pengurus RT dan/atau polisi. Anda juga bisa mengembangkan informasi lebih lanjut untuk bahan laporan kepada aparat keamanan. Khusus bagi Anda yang menjadi petugas sekuriti (satpam) dan dalam posisi sebagai pemeriksa kendaraan atau lalu-lalang orang melalui alat deteksi logam, jangan bertindak reaktif ketika mencurigai adanya sesuatu benda yang mungkin sebuah bom bawaan teroris yang menyaru sebagai tamu hotel atau kantor. Sikap yang efektif adalah berpura-pura tidak tahu, tetapi segera ambil tindakan taktis yang tidak langsung diketahui oleh teroris. Segera berkoordinasi dengan aparat keamanan terdekat untuk melakukan tindakan pengamanan. (32) --Sudadi, wartawan Suara Merdeka, mantan Koordinator Wartawan Unit Polda Jateng, mantan anggota TNI-AD dan pernah bergabung dalam Kontingen Pasukan Perdamaian PBB di Mesir. |