| Minggu, 09 Oktober 2005 | NASIONAL |
Rumah Cen Cen Akan ''Dibongkar''SEMARANG - Meski telah menangkap empat orang, dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi belum dapat mengungkap motif dan otak di balik penembakan terhadap Sherly (25), warga Jl Tambakmas Timur B-71, Perumahan Tanah Mas, Semarang Utara. Penyidikan terhambat karena dua tersangka, yakni Sindu Pradana (25) dan Iwan Supriyanto (22), memberikan keterangan yang berbelit-belit. Mereka "mbulet" dan saling lempar tanggung jawab. Hal itu masih ditambah dengan pengakuan suami korban, Dwi Purwadi alias Cen Cen (34), yang membantah mengotaki pembunuhan itu. Ia bahkan mengaku tak kenal kedua tersangka. Demikian pula dengan Parman alias Budi Keong yang disebut-sebut sebagai pemberi order pembunuhan dari Cen Cen kepada Sindu dan Iwan. Ia juga mengelak terlibat. Ada satu kendala lain yang belum terpecahkan. Yakni, soal senjata api yang digunakan untuk menembak Sherly. Senjata itu hingga kini belum ditemukan. Padahal senapan tersebut merupakan barang bukti utama yang mutlak diperlukan dalam proses penyidikan. Polisi telah mencari ke berbagai tempat, bahkan sampai ke rumah persembunyian Sindu dan Iwan di Batang dan Pekalongan. Sindu mengaku telah mengembalikan senjata tersebut kepada Cen Cen, meski hal itu dibantah yang bersangkutan. Atas dasar pengakuan Sindu, aparat gabungan Polres Semarang Timur, Polwiltabes, dan Polda Jateng telah menggeledah rumah suami korban, juga rumah orang tuanya di Weleri, Kendal. Namun hingga kini senjata itu belum ditemukan. Kini polisi berencana memeriksa rumah Cen Cen di Jl Tambakmas Timur secara lebih teliti. ''Istilahnya, kami akan bongkar rumah itu habis-habisan. Mungkin saja senjata api itu ada di tempat tersembunyi yang luput dari pemeriksaan beberapa hari lalu,'' ujar sumber di kepolisian, kemarin. Salah satu tempat yang belum dijamah adalah lubang septic tank. Menurut sumber tersebut, tak tertutup kemungkinan penyidik akan mendatangkan alat khusus untuk mengubek-ubek tempat pembuangan tinja itu. Bikin Pusing Sementara itu, Tim Reskrim Polres Semarang Timur masih berusaha menajamkan penyidikan terhadap Sindu dan Iwan. Dugaan awal bahwa Parman alias Budi Keong terlibat dalam kasus itu, ternyata mentah kembali. Bahkan para tersangka memberikan keterangan berbelit-belit dan saling melemparkan kesalahan. ''Sindu dan Iwan membuat pusing polisi. Mereka selalu saling lempar. Sementara itu Cen Cen juga tidak mengakui telah mendalangi pembunuhan tersebut. Mereka selalu memberikan keterangan berubah-ubah,'' kata Kapolres Semarang Timur AKBP Juhartana melalui Kasat Reskrim AKP Suwarto, Sabtu (8/10). (G3,G5-29n) |