SUARA MERDEKA
 
INDEKS BANYUMAS Rabu, 05 Oktober 2005

BANJARNEGARA - Meski kenaikan harga minyak tanah telah ditetapkan menjadi Rp 2.000/l, kenyataannya di tingkat pengecer melonjak hingga Rp 3.000, terutama di daerah jauh dari kota. Namun warga masyarakat tetap membeli karena khawatir kehabisan dan tak bisa memasak.

PURWOKERTO -Harga beras kelas medium seperti IR 64 dan cisadane yang paling banyak dikonsumsi di pasar-pasar Banyumas dan sekitarnya melambung, yakni antara Rp 3.400 dan Rp 3.900/kg. Namun kenaikan itu belum menggugah Bulog Subdivre IV Banyumas untuk melakukan operasi pasar (OP).

 

CILACAP- Untuk menghubungkan Kecamatan Gandrungmangu dan Kedungreja, Pemerintah Kabupaten Cilacap membangun jembatan berkerangka baja di atas Sungai Cibereum. Sungai itu menjadi batas wilayah kedua kecamatan itu.

CILACAP - Para peserta program belajar paket B dan C wajib mengikuti proses belajar-mengajar dalam program itu. Karena itu peserta dari kalangan SMP dan SMA negeri/swasta pun wajib mengikuti.

PURWOKERTO -Proses penyelesaian sengketa jalan desa di dalam Perumahan Puri Hijau Karangklesem, Purwokerto Selatan, tinggal penyusunan nota kesepahaman antara Tim 11 dan PT Pumas Basata, pengembang perumaham itu. Pembahasan terakhir kedua pihak mencapai pemahaman agar masalah itu segera terselesaikan.

PURBALINGGA- Warga Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, kemarin, geger. Sebab, seorang penambang pasir di Kali Klawing menemukan mortir yang diduga masih aktif. Penemuan benda berbahaya itu mengundang perhatian masyarakat. Namun mereka tak berani mendekat. Mereka khawatir sewaktu-waktu mortir itu meledak.

BANJARNEGARA - Candi Arjuna di kompleks situs purbakala Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, perlu segera dipugar. Sebab, saat ini candi yang dibangun pada abad VIII itu miring ke kanan. Bahkan beberapa sambungan batunya sudah retak 5 cm.

BANYUMAS- Kereta barang pembawa ketel kosong, kemarin, keluar dari rel. Tak ayal, beberapa kereta api dari dan ke Purwokerto terlambat. Namun 30 menit kemudian perjalanan lancar kembali.

PURWOKERTO - Awak puluhan mikrobus jurusan Purwokerto-Wangon dan Purwokerto-Bumiayu melakukan aksi mogok. Tindakan itu tak berkait dengan kenaikan harga bahan bakar, tetapi terpicu oleh larangan mangkal mencari penumpang di depan Pasar Karanglewas.

PURWOKERTO- Sekitar 70 mahasiswa unsur HMI, FMN, dan IMM demonstrasi di gerbang Kantor Bupati Banyumas, kemarin. Mereka menuntut pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), penurunan harga bahan pokok, dan menolak intervensi asing.

 

SUMBANG - Puji Slamet (14 bulan), anak Sunarso (40) warga RT 1 RW 3 Dukuh Ciwarak, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas, yang menderita hydrocephalus (Suara Merdeka, 3/10), siap dioperasi di Semarang. Sebuah yayasan sosial dari ibu kota provinsi itu menyatakan siap membantu membiayai operasi anak malang tersebut.

ANAK-ANAK berbusana muslim tampak riang di sekitar Masjid Fatimatuzzahra, Karangwangkal, Purwokerto Utara, kemarin. Mereka sedang menanti pembukaan pesantren Ramadan di masjid itu. Ketika panitia mengumumkan pembukaan segera dimulai, mereka segera duduk dengan rapi.

PURBALINGGA- Dinas Pendidikan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Walisongo Semarang menyosialisasikan bahaya narkoba dan mengadakan pendidikan seks di Hotel Kencana, kemarin. Acara yang diikuti pembina OSIS SMP/MTs serta SMA/ SMK/MA se- Purbalingga itu dibuka Wakil Bupati Heru Sudjatmoko.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA