| Rabu, 05 Oktober 2005 | SALA |
Sembilan WTS DiraziaKARANGANYAR- Diduga sudah bocor terlebih dulu, Tim Penanggulangan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Karanganyar hanya berhasil menjaring sembilan wanita tunasusila (WTS) di beberapa tempat, dalam operasi penyakit masyarakat menjelang Ramadan, kemarin. Bahkan, di lokasi yang selama ini dikenal sebagai pangkalan, Dangkrong, Kecamatan Tasikmadu, tim tak berhasil merazia seorang WTS-pun. ''Kemungkinan informasi mengenai razia ini sudah bocor terlebih dulu. Sebab sehari sebelumnya saat kami investigasi, banyak sekali pelacur yang beroperasi di situ dan sangat mencolok. Saat kami merazia malah blong,'' ujar Kasi Penertiban Umum dan Pembinaan Kantor Satpol PP Karanganyar Agus Cahyanto SH, kemarin. Dalam operasi tersebut, tim yang terdiri atas polres, Kodim 0727, serta instansi terkait Pemkab mulai melakukan penyisiran di beberapa tempat yang biasa digunakan untuk maksiat itu. Sasaran pertama yakni Pasar Karangpandan, di mana tim berhasil menjaring empat WTS yang tengah menjajakan diri. Keempatnya kemudian dibawa ke dalam kendaraan pengangkut. Selanjutnya, tim menuju kawasan Titang, Kecamatan Tasikmadu dan kemudian menuju di wilayah Plampang, Kecamatan Jumantono. Di kedua tempat itu, tim merazia lima WTS. Setelah itu, barulah ke Dangkrong dan ternyata tak didapati seorang WTS pun di sana. Kesembilan perempuan itu selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk dikenai tindak pidana ringan (tipiring) sebagai pembinaan. Operasi tersebut diharapkan bisa memberikan shock therapy bagi WTS lain, sehingga mereka tidak melakukan tindak maksiat. Menurut Agus, razia akan dilakukan secara kontinu. Di bulan puasa ini, imbuhnya, pihaknya juga berharap pengusaha tempat hiburan malam dan panti pijat mengurangi kegiatannya. ''Untuk mengecek kepatuhan mereka, tim bersama instansi terkait akan mengadakan operasi khusus tempat hiburan malam.'' (G18-16s) |