| Rabu, 05 Oktober 2005 | SALA |
Mobil Station Vs Truk, Satu TewasWONOGIRI - Tabrakan antara mobil station dan truk, Selasa (4/10), terjadi di Jalan Raya Wonogiri-Pacitan, tepatnya di kilometer 17 Desa Ngadirojo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Dalam peristiwa ini, sopir mobil station warna biru bernopol L 2146 KQ, Sridiyanto SPd (50), tewas secara mengenaskan. Mobil station yang bertabrakan dengan dump truck itu tidak berwujud lagi, karena kerusakannya sangat parah, hampir seluruh bodi dan atapnya melipat menjepit korban. Untuk mengambil korban di balik setir, memerlukan waktu yang relatif lama. Karena ketika dicongkel tidak berhasil, maka didatangkan tim montir las dari Perusahaan Otobus (PO) Sumba Putra Tirtomoyo. Baru setelah bodi mobil dirusak paksa dengan api las, korban dapat diambil. Korban dikenali sebagai Kepala SMP Sultan Agung I Kecamatan Tirtomoyo. Warga Ngadirojo, mengatakan, tabrakan maut ini terjadi pada pukul 14.00. Namun korban baru dapat diambil pada pukul 15.30. Berkecepatan Tinggi Saat itu, mobil yang dikemudikan korban, melaju dari arah Wonogiri menuju selatan. Tiba di tikungan kedua Ngadirojo, menjelang memasuki hutan Gunung Pegat, mendadak dari arah berlawanan melaju dump truck Putra Diafan yang diduga sama-sama berkecepatan tinggi. Ketika posisi mobil korban cenderung ke arah kanan, maka tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Dump truck yang bertabrakan dengan mobil station itu, kemudian terperosok ke arah kiri jalan. Sebagian material batu muatannya tumpah. Akan tetapi sopir dump truck selamat. Akibat tabrakan ini, membuat ruas jalan di Ngadirojo macet sesaat, karena kedua mobil yang bertabrakan itu melintang di tengah jalan. Kapolsek Batuwarno Iptu Suparmin SH, yang kebetulan lewat di jalan tersebut, segera mengontak Polsek Nguntoronadi dan Satlantas Polres Wonogiri. Kabar Sridiyanto mengalami kecelakan dan tewas di tempat kejadian, segera menyebar sampai ke Tirtomoyo. Rekan-rekan korban segera berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. AG Sunarmin dan Sutar SE, yang merupakan rekan korban dari Kecamatan Tirtomoyo, menjelaskan, korban siang itu baru saja mengambil gaji ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri. Diduga dia berupaya cepat sampai ke Tirtomoyo, karena pada siang itu dia memiliki jadwal main bulu tangkis di gedung balai desa Tirtomoyo. (P27-16v) |