| Rabu, 05 Oktober 2005 | SALA |
Dampak Kenaikan BBMPengunjung Padusan MerosotBOYOLALI - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata memengaruhi kegiatan padusan di Umbul Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali. Jumlah pengunjung selama dua hari, Senin dan Selasa kemarin, merosot drastis. ''Untuk jumlah pengunjung kami menargetkan 20.000 orang, tetapi hanya tercapai 12.000. Akibatnya tidak bisa memberi kontribusi kepada kas desa,'' kata Kepala Desa Kebonbimo, Suryono yang juga sebagai pengelola kegiatan padusan. Suryono menduga merosotnya pengunjung sebagai dampak kenaikan harga BBM. Sebab pada tahun sebelumnya jumlah pengunjung melampaui target. Bahkan pada hari pertama sudah memenuhi target. ''Sekarang memasuki hari kedua pengunjung masih sepi sehingga tidak menutup target,'' kata dia. Karcis tanda masuk ke Umbul Tlatar ditetapkan Rp 3.500 per orang. Perinciannya, melihat atraksi (hiburan) Rp 1.500, Jasa Raharja Rp 100, kebersihan Rp 100, pembangunan desa Rp 300 dan masuk Rp 1.500. Semula pihak pengelola akan menaikkan karcis tanda masuk menjadi Rp 4.000-Rp 4.500 per orang. Akan tetapi, tidak berani menaikkan karena terhalang oleh peraturan daerah (perda). Jika menaikkan tanpa mengubah perda pihaknya disalahkan. ''Karena itu kami tidak menaikkan, tetap seperti tahun sebelumnya,'' ujarnya. Menurutnya, kegiatan padusan di Umbul Tlatar pengelolaannya diserahkan kepada desa dan untuk pendapatannya bagi hasil dengan Dinas Pariwisata. Karena jumlah pengunjung merosot dan tidak melampui target, pihaknya kesulitan memberikan kontribusi kepada Dinas Pariwisata. ''Kegiatan padusan tahun ini benar-benar sepi, pengunjung tidak bergairah lantaran harga makanan ikut-ikutan naik,'' tandas dia. (shj-16v) |