| Rabu, 05 Oktober 2005 | SALA |
12 Santri Dirujuk ke RS PKU MuhammadiyahSUKOHARJO - Tidak hanya tiga santri Ponpes Assalaam yang terbaring di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah. Sebab hingga kemarin, tercatat ada 12 santri putri yang dirujuk di RS tersebut. Dua belas santri putri yang dirujuk di RS tersebut diduga karena keracunan. Tujuh santri dirawat di Ruang Mina, lima lainnya dirawat intensif di Ruang Sofa dan Firdaus. Sebagian besar santri dilarikan ke rumah sakit, Senin (3/10) malam, karena kondisi kesehatannya memprihatinkan yaitu muntah-muntah, diare yang disertai panas dan pusing. Semula belasan santri sebelum dilarikan ke rumah sakit, sempat dirawat di Unit Kesehatan Pondok (UKP) Assalaam. Namun setelah ada tiga santri yang dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah, pada Senin pagi, pada malam harinya menyusul ada sebanyak sembilan santri putri yang juga dilarikan ke rumah sakit. ''Dua belas santri putri yang dirujuk di sini (RS PKU) mengalami gejala yang sama yaitu diare, panas yang disertai muntah-muntah,'' jelas Betty Andriani SSos, Humas RS PKU, kemarin. Dikemukakan, setelah mendapat perawatan, sebagian besar kondisi kesehatan santri mulai membaik. ''Tidak ada santri yang menderita cukup parah, semua santri hampir mengalami sakit yang serupa,'' jelasnya. Dia tidak bersedia menjelaskan penyebab sakit yang diderita para santri, dengan alasan diagnosis masih dilakukan tim dokter yang menangani. Namun dia tidak membantah, kalau mereka diduga keracunan makanan. Santri yang dirawat di Ruang Mina ditangani dokter Rosyid Ridho Asmuni. Adapun santri yang mendapat perawatan di Ruang Sofa dan Firdaus ditangani dokter Supriyanto SPPd, dokter Pringgo Hasmoro SPPd. Kurniawati Darmaningrum (12), santri kelas I E Madrasah Tsanawiyah Ponpes Assalaam mengalami gejala sakit muntah-muntah yang disertai pusing setelah makan mi ketoprak di kantin Ponpes pada Sabtu (2/10) malam. Santri yang terbaring di Ruang Mina itu, sejak Minggu dirawat di UKP. Namun karena kondisi tidak membaik, dia dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah pada Senin (3/10) siang. Dia dirujuk bersama dua santri lainnya. ''Sebelum dirawat di rumah sakit, saya mengalami muntah-muntah,'' ucap santri Madrasah Tsanawiyah kelas 1 E itu. Belum diketahui persis jenis makanan yang menjadi penyebab mereka menderita diare, kepala pusing yang disertai muntah-muntah. Karena derita yang dialami santri berbeda. Galih, santri Ponpes Assalaam yang dirawat di UKP mengatakan, perutnya sakit setelah menyantap makanan dengan lauk pauk bandeng pada Minggu (2/10) pagi di kantin. Dugaan para santri mengalami keracunan juga diakui Humas Ponpes Qomaruddin. Namun dia tidak dapat menyebut jenis makanan yang menjadi penyebab para santri mengalami keracunan. Apa yang dia kemukakan, baru sekali ini peristiwa itu terjadi di Assalam sejak Ponpes mulai berdiri tahun 1982. Dikemukakan, makanan yang dikonsumsi para santri memang sudah lama di masak sendiri oleh pengurus pondok. ''Adapun lauk pauk didatangkan dari pihak luar,'' jelas dia didampingi Qadarusman, Pengasuh Santri. (G11-16v) |