| Rabu, 05 Oktober 2005 | SALA |
Dipukul, Tegur Rekan KerjaSOLO-Menegur rekan kerja yang memanipulasi kehadiran di buku absen berbuah aniaya. Peristiwa itu dialami TH M Saptaningrum (46) pegawai Badan Informasi dan Kehumasan (BIK) Pemkot Solo. Senin lalu sekitar pukul 09.00 ia dianiaya oleh Wagiran (45) rekan satu kantornya gara-gara menegur karena banyak menandatangani buku absen sebagai tanda hadir. Padahal Wagiran jarang hadir ke kantor karena sakit. Namun ketika masuk kolom daftar hadir yang kosong beberapa hari ditandatangani. "Mas, buku absennya jangan ditandatangani semua, nanti membuat cemburu teman," tegur Saptaningrum. Wagiran, pengemudi di BIK tersinggung mendengar teguran itu. Setelah menandatangani buku absen ia mencari Saptaningrum. Setelah bertemu pipi kiri korban dipukul cukup keras sehingga kaca matanyaterlempar. Pemukulan disaksikan oleh Sungatmi dan Sri Rahayu. Kantor pun gaduh. Beberapa staf BIK berupaya meredakan kemarahan Wagiran. Kepala BIK Drs Purnomo Subagyo setelah dilapori anak buahnya segera menengahi masalah itu. Saptaningrum dan Wagiran diundang ke ruang kerjanya. Setelah mendapat ceritera dari anak buahnya Purnomo meminta Wagiran meminta maaf. Saat itu juga yang bersangkutan meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. "Mereka sudah bersalaman dan kami mengira masalahnya sudah rampung," kata Purnomo. Kabar pemukulan yang menimpa Saptaningrum sampai ke Sumanto suaminya. Dosen sebuah perguruan tinggi di Solo itu pun menemui Purnomo untuk meminta penjelasan menyangkut kasus tersebut. Setelah mendapat penjelasan ia dan istrinya pulang. Namun sampai di rumah Saptaningrum merasa pusing. Setelah rasa sakitnya tidak kunjung sembuh ia akhirnya mengadukan pemukulan itu ke Polresta Jalan Adisucipto Surakarta. Pengaduan diterima oleh Ipda Suharjo SE perwira Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta. Saat melapor korban menyertakan visum dokter yang menyebutkan mengalami memar akibat pemukulan di pipi kirinya. Purnomo kaget karena persoalan pemukulan itu ternyata dilaporkan kepada polisi dan akan ditangani sesuai dengan prosedur hukum. "Saya berharap masalah itu diselesaikan secara damai," ujarnya, kemarin.(san,nin-27) |