| Rabu, 05 Oktober 2005 | PANTURA |
Rifai Ketua HKTI 2005-2010KAJEN - HM Rifai akhirnya terpilih sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pekalongan 2005-2010. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Santri 1999-2004 itu terpilih secara aklamasi dalam Muskab , Senin (3/10). Saat penjaringan awal, muncul beberapa nama yang diusulkan menjadi ketua, yakni HM Rifai, Kadir, Zaenudin, Joyo Laksono, dan Sujarwo. Namun akhirnya, peserta sepakat memilih Rifai secara aklamasi. Selain membentuk kepengurusan HKTI 2005-2010, Muskab menghasilkan beberapa rekomendasi yang harus diperjuangkan dan menjadi tugas awal pengurus, di antaranya mengungkap soal subsidi pupuk dan perbaikan harga gabah. Rifai dalam sambutannya mengatakan, selama ini petani tidak pernah menikmati subsidi pupuk yang diberikan pemerintah. "Kita mengenal ada pupuk bersubsidi namun ternyata selama ini hanya dinikmati oleh broker-broker," ujarnya. Selain tak pernah menikmati pupuk bersubsidi, petani dikecewakan dengan harga gabah yang selalu anjlok saat panen. Setelah BBM naik, petani seharusnya bisa menyesuaikan harga gabah dengan kenaikan biaya produksi. "Kita akan berjuang maksimal agar petani bisa menentukan sendiri harga gabah," katanya. Ketua HKTI Jateng Ir Gatot Aji Subroto yang hadir dalam Muskab HKTI di Kajen itu membenarkan apa yang disuarakan Rifai. Selama ini, HET pupuk bersubsidi bagi petani bukanlah harga eceran tertinggi tetapi harga eceran terendah. Sebab, sampai ke tangan petani harga sudah melambung tinggi. Untuk mengatasi hal itu, HKTI Jateng sudah berkoordinasi dengan PT Pusri sebagai distributor di Jateng. Untuk menjadi distributor utama, syaratnya sangat berat karena petani harus punya uang yang tidak sedikit. Namun melalui anak perusahaan PT Pusri, Pemda bisa menjadi subdistributor. "Silakan, apakah Pemkab Pekalongan siap menjadi sub distributor," katanya. (G16-50m) |